Bijak Bermedia Sosial, Kunci Jaga Etika dan Kesehatan Mental
- 28 Mar 2026 23:58 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Bijak Bermedia Sosial
- Kunci Jaga Etika
- Kesehatan Mental
RRI.CO.ID, Singaraja – Perkembangan media sosial yang semakin pesat menjadikan ruang digital sebagai “panggung baru” bagi masyarakat untuk mengekspresikan diri. Mulai dari berbagi kebahagiaan, kesedihan, hingga opini pribadi, semuanya kini dapat dengan mudah diakses publik hanya melalui gadget.
Namun, di balik kemudahan tersebut, penggunaan media sosial tanpa kontrol justru berpotensi menimbulkan dampak negatif, terutama jika tidak disertai dengan literasi digital yang memadai.
Dalam diskusi tersebut Yahya Umar menyampaikan bahwa media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang yang sangat terbuka untuk berbagai bentuk interaksi, termasuk kritik, pujian, hingga ujaran kebencian. Kondisi ini dinilai berisiko memicu konflik jika pengguna tidak mampu mengendalikan diri.
Selain itu, kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan juga dinilai berbahaya. Data pribadi yang tersebar di ruang digital berpotensi disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab, bahkan dapat memicu tindak kejahatan.
“Media sosial memberi kebebasan, tetapi bukan tanpa batas. Pengguna harus bijak dalam memilah informasi yang dibagikan, termasuk menjaga privasi diri dan keluarga,” ucap Yahya.
Di sisi lain, maraknya konten hoaks dan manipulasi berbasis kecerdasan buatan (AI) juga menjadi tantangan baru. Masyarakat dituntut lebih kritis dalam membedakan informasi yang benar dan yang telah direkayasa.
hal ini dinilai menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kesadaran dalam bermedia sosial. masyarakat juga diharapkan mampu menjaga sikap, termasuk dalam berinteraksi di ruang digital.
Dengan demikian, literasi digital menjadi kunci utama agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna aktif, tetapi juga bijak dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan media sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....