Percepat Studi Mahasiswa, Undiksha Hadirkan Program Fast Track

  • 23 Nov 2025 09:01 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menghadirkan program fast track yang memungkinkan mahasiswa berprestasi menyelesaikan jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) hanya dalam lima tahun. Langkah ini menjadi upaya mempercepat kompetensi akademik sekaligus mendorong mahasiswa terus menempuh pendidikan lebih tinggi.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Undiksha, Prof. Gede Rasben Dantes, menjelaskan, program fast track memungkinkan mahasiswa menyelesaikan S1 dan S2 dalam waktu singkat sesuai regulasi Permen 53 Tahun 2023 dan Permen 39 Tahun 2025 yang memberi ruang percepatan pembelajaran di perguruan tinggi.

“Di Permen itu mengizinkan kami untuk melakukan percepatan pembelajaran. Mulai tahun 2025, Undiksha membuka sekitar sembilan jalur percepatan dari S1 ke S2,” ujarnya.

Program ini telah berjalan sejak 2021 melalui kerja sama dengan tiga mitra internasional, yakni MCUT Taiwan, La Rochelle University, dan Onje University. Khusus Onje University, program dijalankan melalui skema double degree, sehingga mahasiswa bisa memperoleh gelar bersama dari kedua perguruan tinggi.

Mulai tahun 2025, Undiksha membuka jalur percepatan internal untuk sejumlah program studi, seperti PGSD ke S2 Pendidikan Dasar, Pendidikan Bahasa Inggris S1 ke S2, S1 Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Pendidikan Teknik Informatika ke S2 Ilmu Komputer, dan S1 Teknologi Pendidikan ke S2 Teknologi Pendidikan. Semua program studi yang terlibat wajib memiliki akreditasi unggul atau internasional.

Prof Rasben menambahkan, percepatan studi ditujukan bagi mahasiswa dengan kemampuan di atas rata-rata agar lebih cepat menyandang gelar sarjana dan magister. Ia menekankan pentingnya menjaga mahasiswa tetap terikat hingga menyelesaikan studi S2, sebelum mereka memasuki dunia kerja.

Mahasiswa yang ingin mengikuti jalur fast track harus memenuhi sejumlah ketentuan, seperti IPK minimal 2,5, tidak ada nilai C ke bawah, dan tidak pernah mengambil cuti. Selama mengikuti jalur percepatan dan masih berstatus mahasiswa sarjana, mereka hanya membayar UKT S1.

“Tidak ada biaya tambahan sama sekali. Mahasiswa semester 7 dan 8 sudah kuliah di pasca, tapi UKT-nya tetap UKT S1. Setelah lulus sarjana baru mereka bayar UKT pasca,” ujar Prof. Rasben.

Tahun ini, sebanyak 90 mahasiswa dari berbagai program studi mengikuti program fast track. Menurut Prof Rasben, antusiasme mahasiswa tinggi karena mendapatkan pengalaman belajar baru, kurikulum level magister, serta bimbingan dosen berkualifikasi tinggi.

Ke depan, Undiksha menargetkan membuka jalur percepatan dari S2 ke S3 melalui skema leading to PhD. Mahasiswa magister yang lolos seleksi setelah dua semester dapat langsung mengikuti mata kuliah doktoral yang disetarakan dengan kurikulum S2. Dengan skema ini, mahasiswa yang berhasil mengikuti program percepatan berpotensi memperoleh gelar S2 dan S3 hanya dalam empat tahun.

Prof. Rasben berharap program percepatan ini mendorong mahasiswa terus meningkatkan kualifikasi akademik dan memperkuat budaya long life education di Undiksha, sehingga semakin banyak lulusan yang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi dan memperkuat kompetensi akademik secara berkesinambungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....