STAHN Mpu Kuturan Resmi Bertransformasi Menjadi Institut

  • 01 Jun 2025 09:26 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja, Bali, resmi bertransformasi menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan. Perubahan status ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 61 Tahun 2025 yang diserahkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Nasaruddin Umar di Jakarta.

Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Prof. I Gede Suwindia, menyampaikan bahwa pihaknya segera menyiapkan susunan organisasi dan tata kerja (ortaker) serta statuta sebagai dasar hukum lembaga baru. "Ortaker dan statuta akan ditetapkan dalam Peraturan Menteri Agama. Ini menjadi pijakan penting bagi kelangsungan kampus ke depan," ujarnya di Singaraja, Jumat (30/5/2025) dikutip dari ANTARA.

Selain itu, pihak kampus juga akan melakukan migrasi data dari sekolah tinggi menjadi institut di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Migrasi ini dinilai sangat penting karena berkaitan langsung dengan data mahasiswa, dosen, hingga aset kekayaan lembaga pendidikan. Proses ini akan dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dengan peningkatan status ini, Prof. Suwindia berharap minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di kampus bernuansa Hindu ini semakin meningkat. Ia juga mengungkapkan rencana rebranding kampus dengan nama baru, yakni Institut Mpu Kuturan (IMK).

"Secara formal tetap IAHN Mpu Kuturan, tetapi untuk branding publik kita gunakan nama IMK," ucapnya.

Seiring dengan perubahan tersebut, struktur kelembagaan kampus pun mengalami penyesuaian. Jurusan-jurusan yang sebelumnya ada kini berubah menjadi fakultas, yaitu Fakultas Dharma Acarya, Fakultas Dharma Duta, dan Fakultas Brahmastra (gabungan dari Brahmawidya dan Dharma Sastra). Peresmian institut direncanakan akan dilakukan dalam waktu dekat di Singaraja, dengan kehadiran langsung Menteri Agama.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya integritas, visi strategis, dan inovasi dalam kepemimpinan perguruan tinggi di era post-truth. “Menjadi rektor di era ini bukanlah hal mudah. Dibutuhkan kehati-hatian dan ketepatan mengambil langkah strategis,” pesannya.

Sebagai informasi, Institut Mpu Kuturan telah berdiri sejak Maret 2016. Saat ini lembaga tersebut memiliki 13 program studi jenjang sarjana (S1), tiga program magister (S2), dan satu program doktor (S3). Seluruh program studi telah mendapatkan akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....