Simak Sejarah Peringatan Hari Asteroid Sedunia 30 Juni

  • 30 Jun 2024 13:13 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Setiap tahunnya, tanggal 30 Juni, diperingati sebagai Hari Asteroid Sedunia. Dilansir dari Wikipedia, peringatan ini, bermula dari sebuah film tahun 2014 tentang asteroid yang jatuh ke bumi tepatnya di London.

Film itu, menceritakan tentang kosmolog terkenal Stephen Hawking, astronot Apollo 9 Rusty Schweickart, ahli astrofisika Brian May dan beberapa sosok lainnya. Pada tanggal 15 Februari 2013, bola api yang sangat besar, melaju dengan kecepatan 18,6 km per detik, memasuki atmosfer dan hancur di langit Chelyabinsk, Rusia.

Menurut NASA, diameter asteroid tersebut diperkirakan mencapai 18 meter dan massanya 11.000 ton. Total energi tumbukan Bola Api Chelyabinsk adalah 440 kiloton.

Kemudian, pada Desember 2016, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadopsi resolusi dan menetapkan tanggal 30 Juni sebagai Hari Asteroid Sedunia. Adapun peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang asteroid dan apa yang dapat dilakukan untuk melindungi Bumi, keluarga, masyarakat, dan generasi mendatang dari bencana dahsyat tersebut.

Walaupun mengorbit Matahari seperti planet, namun, asteroid jauh lebih kecil daripada planet itu sendiri. Tidak ada dua asteroid yang sama.

Untuk diketahui, Asteroid memiliki bentuk yang bergerigi dan tidak beraturan. Sebagian besar asteroid terbuat dari berbagai jenis batuan, tetapi beberapa di antaranya memiliki tanah liat atau logam, seperti nikel dan besi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....