21 Februari, Hari Bahasa Ibu Internasional
- 21 Feb 2024 10:39 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Selain peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, tanggal 21 Februari setiap tahunnya, juga diperingati sebagai International Mother Language Day atau Hari Bahasa Ibu Internasional.
Peringatan ini, sangat penting untuk mengetahui bahwa ada begitu banyak bahasa di dunia dan setiap orang harus berusaha untuk melestarikan warisan dan keberadaan bahasa tersebut. Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional berawal dari gerakan di Bangladesh, kemudian dicanangkan oleh UNESCO pada tahun 1999.
Kemudian sejak tahun 2000 dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 21 Februari. Dilansir dari situs resmi UNESCO, Tema Hari Bahasa Ibu Internasional 2024 adalah “Multilingual Education is a Pillar of Intergenerational Learning".
Tema tersebut mengandung pesan bahwa pendidikan multibahasa merupakan pilar pembelajaran antargenerasi. Tema ini sangat penting untuk pendidikan inklusif dan pelestarian bahasa asli.
Perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional 2024 oleh UNESCO menyoroti pentingnya penerapan kebijakan dan praktik pendidikan multibahasa sebagai pilar pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Yang menyerukan pendidikan inklusif, berkualitas, dan pembelajaran seumur hidup untuk semua, serta tujuan dari Dekade Internasional tentang Bahasa Asli (2022-2032).
Menurut laporan UNESCO, saat ini, sebanyak 250 juta anak dan remaja masih tidak bersekolah dan 763 juta orang dewasa tidak menguasai keterampilan literasi dasar. Pendidikan bahasa ibu mendukung pembelajaran, literasi, dan penguasaan bahasa-bahasa tambahan.
Bahkan, saat ini, 40% dari populasi dunia tidak memiliki akses ke pendidikan dalam bahasa yang mereka gunakan atau pahami. Di beberapa negara, angka ini meningkat hingga lebih dari 90%.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa peserta didik di sekolah memberikan dasar yang kuat untuk belajar, meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan berpikir kritis. Serta membuka pintu untuk pembelajaran antar generasi, revitalisasi bahasa, dan pelestarian budaya dan warisan tak benda.
UNESCO percaya akan pentingnya keanekaragaman budaya dan bahasa untuk masyarakat di seluruh dunia yang berkelanjutan. Dalam mandatnya untuk perdamaian, UNESCO bekerja untuk melestarikan perbedaan budaya dan bahasa yang menumbuhkan toleransi dan rasa hormat terhadap orang lain.
Menurut UNESCO, masyarakat multibahasa dan multikultural ada melalui bahasa mereka yang menyebarkan dan melestarikan pengetahuan dan budaya tradisional dengan cara yang berkelanjutan. Pendidikan multibahasa tidak hanya mendorong masyarakat inklusif tetapi juga membantu melestarikan bahasa-bahasa yang tidak dominan, minoritas, dan asli.
Selamat Hari Bahasa Ibu Internasional, Yuk Bangga Menggunakan Bahasa Daerah Masing-Masing!
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....