Hari Donor Darah Sedunia, Menghargai Setetes Kehidupan Bersama
- 14 Jun 2026 20:47 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Setiap tanggal 14 Juni, dunia memperingati Hari Donor Darah Sedunia sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah. Peringatan ini juga menjadi bentuk penghargaan kepada para pendonor sukarela yang telah membantu menyelamatkan jutaan nyawa melalui darah yang mereka sumbangkan. Pada tahun 2026, tema yang diusung adalah “One Drop of Humanity. Give Blood. Save Lives.” yang menekankan pentingnya solidaritas dan kepedulian antar sesama manusia.
Di balik peringatan global tersebut, terdapat sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perkembangan ilmu transfusi darah. Praktik transfusi darah sebenarnya telah mulai diteliti sejak abad ke-17, ketika para ilmuwan berusaha memahami sistem peredaran darah dan kemungkinan memindahkan darah dari satu makhluk hidup ke makhluk lainnya. Berbagai percobaan dilakukan sebagai bagian dari upaya menemukan metode yang aman untuk membantu pasien yang kehilangan banyak darah.
Salah satu tonggak awal terjadi pada tahun 1666 ketika ilmuwan asal Inggris, Richard Lower, berhasil melakukan transfusi darah antara dua ekor anjing. Setahun kemudian, dokter asal Prancis, Jean Baptiste Denys, mencoba melakukan transfusi darah dari anak sapi kepada manusia. Namun, percobaan tersebut berakhir tragis dan memicu larangan praktik transfusi darah di beberapa negara Eropa pada masa itu.
Perkembangan penting kembali terjadi pada tahun 1818 saat dokter Inggris James Blundell berhasil melakukan transfusi darah antarmanusia untuk menyelamatkan seorang perempuan yang mengalami perdarahan setelah melahirkan. Keberhasilan ini membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut mengenai prosedur transfusi yang aman dan efektif bagi pasien.
Kemajuan terbesar dalam dunia transfusi darah hadir pada tahun 1901 ketika Karl Landsteiner menemukan sistem golongan darah ABO. Penemuan ini menjadi terobosan besar karena menunjukkan bahwa kecocokan golongan darah antara donor dan penerima sangat penting untuk mencegah komplikasi saat transfusi. Beberapa dekade kemudian, bersama Alexander S. Wiener, Landsteiner juga berhasil mengidentifikasi faktor Rhesus (Rh) yang semakin meningkatkan keamanan transfusi darah.
Sebagai penghormatan atas kontribusi besar Karl Landsteiner terhadap dunia kedokteran, tanggal kelahirannya, yaitu 14 Juni, dipilih sebagai Hari Donor Darah Sedunia. Peringatan ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 2004 dan kemudian ditetapkan secara resmi sebagai agenda tahunan dunia pada 2005. Hingga kini, Hari Donor Darah Sedunia terus menjadi sarana edukasi untuk mendorong masyarakat mendonorkan darah secara rutin serta memastikan ketersediaan darah yang aman bagi pasien yang membutuhkan transfusi dalam berbagai kondisi medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....