Simak Latar Belakang Hari Keanekaragaman Hayati Internasional

  • 22 Mei 2026 11:17 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Setiap tahun pada tanggal 22 Mei diperingati sebagai International Day for Biological Diversity atau Hari Keanekaragaman Hayati Internasional. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati di Bumi.

Merujuk situs PBB, keanekaragaman hayati kerap dipahami dalam hal beragamnya tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. Namun juga mencakup perbedaan genetik dalam setiap spesies seperti antara varietas tanaman dan jenis ternak dan beragamnya ekosistem (danau, hutan, gurun, lahan pertanian) yang menjadi tempat berbagai macam interaksi di antara anggotanya (manusia, tumbuhan, hewan).

Sumber daya keanekaragaman hayati merupakan pilar-pilar yang menjadi dasar pembangunan peradaban manusia. Ikan menyediakan 20 persen protein hewani bagi sekitar 3 miliar orang dan lebih dari 80 persen makanan manusia berasal dari tumbuhan.

Sebanyak 80 persen penduduk yang tinggal di daerah pedesaan di negara berkembang bergantung pada obat-obatan tradisional berbasis tumbuhan untuk perawatan kesehatan dasar. Namun, hilangnya keanekaragaman hayati mengancam semua orang, termasuk kesehatan.

Bahkan terbukti bahwa hilangnya keanekaragaman hayati dapat memperluas zoonosis yakni penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Walaupun semakin banyak pengakuan bahwa keanekaragaman hayati merupakan aset global yang sangat berharga bagi generasi mendatang tetapi jumlah spesiesnya berkurang secara signifikan akibat aktivitas manusia tertentu.

Mengingat pentingnya pendidikan dan kesadaran publik akan masalah ini, maka PBB memutuskan untuk merayakan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional setiap tahunnya. Mulanya peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional diperingati pada tanggal 29 Desember. Hal itu bersamaan dengan berlakunya Konvensi Keanekaragaman Hayati pada tahun 1993.

Namun, karena berdekatan dengan libur panjang di berbagai negara, maka pada tahun 2000 tanggal peringatannya diganti menjadi 22 Mei. Tentunya bertepatan dengan adopsi teks Konvensi tersebut pada tahun 1992.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....