Sejarah Peringatan Hari Buruh Internasional
- 01 Mei 2026 14:25 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Tanggal 1 Mei setiap tahun diperingati sebagai Hari Buruh Internasional. Peringatan ini dikenal dengan sebutan May Day.
Hari Buruh Internasional adalah bentuk penghormatan bagi para pekerja. Selain itu juga mengingatkan perjuangan buruh dalam menuntut hak dan kesejahteraan di tempat kerja.
Merujuk situs Universitas Siber Asia, May Day mulanya merupakan peringatan untuk merayakan pergantian musim. Terutama musim semi di belahan bumi utara.
Pada abad ke-19, May Day lantas berkembang menjadi Hari Buruh Internasional yang tumbuh dari gerakan buruh untuk hak-hak pekerja. Gerakan ini bertujuan untuk mengakhiri kondisi kerja yang buruk maupun jam kerja panjang yang mengakibatkan kematian ribuan orang setiap tahunnya.
Pada tanggal 1 Mei 1886, lebih dari 300.000 pekerja di seluruh Amerika Serikat melakukan mogok kerja dalam mendukung tuntutan jam kerja. Bahkan di hari-hari berikutnya, semakin banyak pekerja yang ikut bergabung pada aksi yang sama.
Namun sebuah peristiwa kelam terjadi pada tahun yang sama di Chicago. Peristiwa itu dinamakan tragedi Haymarket.
Insiden tersebut merupakan bentrokan antara polisi dan pekerja yang mengakibatkan banyak orang tewas, terluka dan juga menimbulkan gelombang represi terhadap gerakan buruh. Hal itu yang kemudian menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan buruh yang berperan dalam memperkuat solidaritas seluruh buruh di dunia.
Gerakan itu pun menyebar dengan cepat ke Eropa. Hingga akhirnya pada tahun 1890 lebih dari 300.000 orang berunjuk rasa ke dalam rapat May Day di London.
Sampai saat ini, Hari Buruh diperingati di sekitar 66 negara termasuk Indonesia sebagai hari libur resmi. Namun di negara asalnya, Amerika Serikat, peringatan ini tidak dijadikan hari libur nasional. Meski begitu, May Day tetap diperingati sebagai simbol perjuangan hak pekerja dan solidaritas global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....