Sejarah Adanya Peringatan Hari Titik Koma Sedunia

  • 16 Apr 2026 18:33 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - World Semicolon Day atau Hari Titik Koma Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 16 April. Peringatan ini berkaitan erat dengan isu kesehatan mental.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama manusia, maka pada tahun 2013 seseorang bernama Amy Bleuel membuat sebuah organisasi nirlaba bernama Project Semicolon yang menggunakan tanda titik koma sebagai simbolnya. Project Semicolon adalah organisasi yang melayani isu-isu kesehatan mental bagi setiap orang di dunia.

Dilansir dari laman Dictionary, Semicolon adalah tanda titik koma (;) yang biasa ditemukan dalam pesan. Tanda ini mempunyai arti mendalam terkait isu kesehatan mental.

Adapun tanda titik koma digunakan sebagai penegasan bagi mereka yang pernah berurusan dengan bunuh diri, depresi, kecanduan maupun masalah kesehatan mental lainnya. Simbol semicolon menjadi tanda bahwa hidup bisa saja diakhiri dengan tanda titik.

Namun orang-orang memilih untuk tidak melakukannya yang diwakili tanda koma. Peringatan Hari Titik Koma Sedunia memiliki gagasan untuk mengurangi jumlah kasus bunuh diri.

Maka dari itu, pada Hari Titik Koma Sedunia orang-orang diimbau untuk mengunjungi dan menanyai kabar teman atau keluarga yang memiliki isu kesehatan mental. Peringatan Hari Titik Koma Sedunia merupakan momen penting untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental dan mengajak masyarakat untuk saling mendukung serta membuka ruang diskusi yang lebih luas terkait isu ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....