Mengenal Selat Hormuz, Urat Nadi Perdagangan Minyak Global

  • 14 Apr 2026 07:34 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Belakangan ini ketegangan di kawasan Teluk makin memanas. Tentunya seiring memudarnya harapan terbukanya jalur vital Selat Hormuz dalam waktu dekat.

Selat Hormuz merupakan jalur maritim strategis penghubung Teluk Persia dan Teluk Oman. Selat ini menjadi urat nadi perdagangan minyak global (sekitar 20% pasokan dunia) sejak abad ke-20.

Secara historis selat ini diperebutkan sejak zaman kuno, mulai dari kerajaan kecil di abad ke-10, kolonialisme Portugis dan Inggris hingga kini menjadi titik panas geopolitik yang vital.

Selat Hormuz berfungsi sebagai jalur sutra dan rempah-rempah yang penting antara Timur dan Barat. Dikuasai oleh Kerajaan Hormuz yang memungut pajak atas kapal yang melintas.

Portugis menguasai selat ini pada 1515, disusul oleh Inggris yang memegang dominasi sampai awal abad ke-20. Kemudian diserahkan kembali kepada kekuasaan lokal (Iran dan Oman).

Setelah penemuan minyak raksasa, Selat Hormuz menjadi sangat krusial. Selat Hormuz pernah menjadi saksi konflik termasuk 'Perang Tanker' pada 1980-an (Perang Iran-Irak) dan ketegangan berulang yang melibatkan Iran, negara-negara Barat, dan AS.

Dengan lebar jalur pelayaran efektif hanya sekitar 3,2 km untuk tiap arah, selat ini sangat sempit dan rentan, menjadikannya titik paling kritis bagi keamanan energi global. Selat Hormuz secara internasional dianggap sebagai perairan internasional walau berbatasan langsung dengan Iran di utara serta Oman dan Uni Emirat Arab di selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....