Hari Bipolar Sedunia, Intip Sejarah Peringatannya
- 30 Mar 2026 08:53 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Setiap tahun pada tanggal 30 Maret diperingati sebagai World Bipolar Day atau Hari Bipolar Sedunia. Merujuk laman National Today, peringatan ini bertepatan dengan hari lahir pelukis ternama Belanda, Vincent van Gogh.
Vincent van Gogh dikenal sebagai seniman besar. Dia diyakini mengalami gangguan bipolar walau diagnosisnya baru disimpulkan setelah dia wafat.
Hari Bipolar Sedunia digagas oleh International Society for Bipolar Disorders (ISBD) yang bekerja sama dengan beragam organisasi lain seperti IBPF dan ANBD. Kolaborasi tersebut menjadi wadah untuk terus menyebarluaskan informasi tentang bipolar kepada masyarakat luas.
Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dunia akan gangguan bipolar. Bipolar adalah kondisi kesehatan mental yang memengaruhi suasana hati secara ekstrem.
| Baca juga: Hari Zoonosis Sedunia, Ini Latar Belakangnya |
Bipolar merupakan kondisi yang membuat penderitanya dapat mengalami fase depresi dan mania yang berdampak pada kehidupan sehari-hari. Hal itu mulai dari kesehatan sampai hubungan sosial.
Gangguan bipolar dipercaya telah dikenal sejak zaman Yunani kuno. Dibuktikan dengan catatan Hippokrates yang menyebutkan adanya dua kondisi suasana hati yang bertolak belakang.
Pemahaman modern akan bipolar mulai terbentuk pada abad ke-19, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan. Kini, telah tersedia berbagai metode pengobatan dan dukungan bagi para penderita bipolar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....