Begini Sejarah Adanya Peringatan Hari Memakai Topi

  • 26 Mar 2026 08:55 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Wear a Hat Day atau Hari Memakai Topi diperingati setiap tahun pada tanggal 26 Maret. Peringatan ini merupakan bentuk kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penelitian tumor otak sekaligus mengumpulkan dana.

Merujuk National Today, pada sekitar 250.000 orang di seluruh dunia setiap tahunnya, kita masih memiliki jalan panjang dalam mempelajari tumor otak. Namun berkat kemajuan ilmiah di bidang kemoterapi dan radiasi, tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi dari sebelumnya.

Dahulu, tumor otak berarti akhir bagi individu malang yang mengidapnya. Baru pada tahun 1879 seorang ahli bedah Skotlandia William Macewen menjadi orang pertama yang berhasil mengangkat tumor otak.

Pasiennya adalah seorang wanita muda yang pulih sepenuhnya dan keadaan berbalik dalam perjuangan melawan penyakit tersebut. Proses ilmiah yang dikembangkan selama beberapa tahun berikutnya menghasilkan kemajuan pesat dalam pemahaman dan pengobatan kondisi itu.

Penemuan sinar-X memungkinkan untuk menemukan tumor otak secara akurat melalui pemindaian. Hal tersebut terus menjadi cara terbaik untuk mengidentifikasi tumor otak sejak saat itu.

Pada tahun 1970-an, pengembangan pemindaian tomografi terkomputasi (CT) memungkinkan dokter untuk melihat gambar otak yang jelas untuk pertama kalinya. Terlepas dari kemajuan signifikan dalam 150 tahun terakhir, masih belum ada obat yang benar-benar ampuh untuk tumor otak. Sehingga, Hari Memakai Topi lahir untuk mengumpulkan dana dan meningkatkan kesadaran akan penelitian terkait penyakit mematikan tersebut.

Tak hanya digunakan sebagai bentuk perlindungan dari unsur-unsur eksternal, topi juga dikenakan sebagai simbol perlindungan internal. Dengan semakin banyak membahas tentang kondisi tersebut, maka kita saling membantu untuk mendeteksi gejala sejak dini dan dengan mengumpulkan dana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....