Sejarah Hari untuk Korban Perbudakan dan Perdagangan Budak Transatlantik

  • 25 Mar 2026 11:51 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Tanggal 25 Maret setiap tahunnya menandai momen penghormatan akan perjuangan kemanusiaan. Hal itu ditandai dengan Hari Peringatan Internasional untuk Korban Perbudakan dan Perdagangan Budak Transatlantik.

Berdasarkan National Today, peringatan ini diciptakan untuk mengenang jutaan orang Afrika. Tentunya mereka yang menjadi korban praktik perdagangan manusia selama berabad-abad.

Perdagangan budak transatlantik adalah salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah kehidupan manusia. Tragedi ini melibatkan pemindahan paksa jutaan orang dari Afrika ke berbagai wilayah di dunia Barat.

Banyak dari mereka tidak selamat dalam perjalanan dan yang bertahan harus menjalani kehidupan penuh penderitaan. Hari Peringatan Internasional Korban Perbudakan dan Perdagangan Budak Transatlantik digagas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2007.

PBB menganggap tragedi perdagangan budak Trans Atlantik sebagai salah satu babak paling kelam dalam sejarah umat manusia. Melalui peringatan ini, PBB mengajak masyarakat dunia agar tidak melupakan sejarah kelam itu. Selain sebagai bentuk penghormatan, peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa diskriminasi rasial masih terjadi hingga kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....