Sejarah Awal Mula Permasalahan Amerika Serikat dengan Iran
- 03 Mar 2026 09:05 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran berawal dari periode pascaperang dunia II, ketika AS berusaha memperluas pengaruhnya di kawasan Timur Tengah yang strategis dan kaya minyak. Sebelum hubungan menjadi tegang, AS dan Iran pernah menjadi sekutu dekat di bawah pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi, yang didukung AS sebagai penyeimbang kekuatan Soviet selama Perang Dingin. Namun fondasi hubungan ini mulai rapuh ketika dinamika internal Iran berubah secara drastis pada pertengahan abad ke-20. (World Conflict Monitor /June 23, 2025)
Akar konflik modern sering ditarik ke kudeta Iran tahun 1953, yang dilakukan oleh CIA dengan dukungan Inggris untuk menggulingkan Perdana Menteri terpilih secara demokratis, Mohammad Mosaddegh. Mosaddegh menasionalisasi industri minyak Iran, mengambil alih kekayaan sumber daya negara dari perusahaan asing, sehingga memicu intervensi asing. Pemerintah AS dan Inggris mengatur kudeta yang berhasil mengembalikan kekuasaan kepada Shah, yang kemudian menjadi sekutu pro-Barat dan semakin bergantung pada dukungan AS. (History/Februari 24, 2025)
Kudeta ini meninggalkan rasa dendam mendalam di kalangan rakyat Iran terhadap AS dan dianggap sebagai titik balik yang menanamkan kecurigaan terhadap campur tangan luar negeri dalam urusan Iran. (The Washington Post/June 19, 2025)
Hubungan berubah sepenuhnya setelah Revolusi Islam Iran pada tahun 1979, ketika pemerintahan Shah yang didukung AS digulingkan oleh gerakan revolusioner yang dipimpin Ayatollah Ruhollah Khomeini. Revolusi ini bukan sekadar perubahan politik; ia mengubah Iran menjadi republik Islam yang secara ideologis menentang Amerika Serikat. AS kemudian menjadi musuh utama bagi pemerintahan baru Iran. (Perpusnas, December 4, 2025)
Peristiwa paling dramatis pascarevolusi adalah krisis sandera Kedutaan Besar AS di Teheran, ketika mahasiswa Iran menyandera diplomat dan warga AS selama 444 hari. Peristiwa ini sangat memperburuk hubungan dan menyebabkan AS memutuskan hubungan diplomatik secara resmi. (Perpusnas, December 6, 2025)
Sepanjang 1980-an, Iran terlibat perang besar dengan Irak. Meskipun AS menyatakan netral secara formal, Washington memberikan dukungan strategis kepada pemerintah Irak sebagai upaya menahan pengaruh Iran di Timur Tengah, yang semakin memperuncing kebencian antara AS dan Iran. (Wikipedia)
Memasuki abad ke-21, fokus utama konflik bergeser ke program nuklir Iran. Iran bersikeras bahwa program tersebut untuk energi damai, namun AS dan sekutu Barat mencurigai adanya potensi pengembangan senjata nuklir. Ketegangan nuklir inilah yang kemudian menjadi basis sejumlah sanksi ekonomi, tekanan diplomatik, dan krisis baru. (Perpusnas/Januari 6, 2026)
Kesepakatan nuklir JCPOA pada 2015 sempat meredakan ketegangan, namun ketika AS di bawah Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan itu pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi keras, hubungan semakin memburuk. (Perpusnas/Januari 6, 2026)
Dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan sering memuncak dengan insiden militer, termasuk serangan terhadap pangkalan AS, pembunuhan tokoh militer Iran oleh AS, serta serangan militer AS terhadap fasilitas Iran — memperlihatkan bahwa konflik yang awalnya bersifat diplomatik kini telah berubah ke arah konfrontasi yang lebih keras. (World Conflict Monitor/June 23, 2025)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....