Undiksha Teken MOU Riset Budaya Internasional

  • 29 Jul 2025 12:21 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Membangun jejaring akademik global bukanlah sekadar simbol kerja sama, tetapi juga wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian. Hal inilah yang ditunjukkan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), melalui penandatanganan Memorandum of Understanding atau MoU dengan University College London (UCL), Inggris.

Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian kuliah umum internasional bertajuk “Human–Bat Relationships in Austronesia (Current Ethnographic Insights from the Bats Austronesia Project)” oleh Prof. Frédéric Laugrand dari LAAP–UCL, yang dilangsungkan di Auditorium Balingkang Confucius Institute Undiksha Singaraja, Senin (28/7/2025).

Dekan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Prof. Dr. I Nengah Suastika, S.Pd., M.Pd mengatakan dalam pertemuan itu, disepakati berbagai bentuk kerja sama akademik yang akan dilaksanakan melalui Implementation Agreement tahap awal, berupa visiting lecture dan berbagi pengalaman riset lintas negara. Kerja sama tidak berhenti sampai di situ. Rencana jangka panjang telah disiapkan, termasuk kolaborasi riset hingga publikasi internasional bersama.

“Penanda tanganan MOU antara Universitas Pendidikan Ganesha khususnya fakultas hukum dan ilmu social dengan universitas luar negeri yang dimaksudkan untuk melaksanakan Implementation Agreement pertama dibidan viciting lecture berbagi pengalaman mengenai penelitian yang beliau lakukan di beberapa negara termasuk juga di Indonesia,” ujarnya

Ia juga menambahkan Kerja sama ini dinilai strategis, karena membuka peluang riset tentang kekayaan budaya lokal yang selama ini belum banyak diangkat dalam konteks internasional. Praktik unik seperti penguburan ari-ari dengan sistem gantung, hingga tradisi pemakaman di Desa Trunyan, menjadi fokus kajian yang tidak hanya menarik dari sisi antropologi, tapi juga memperkuat posisi Bali dalam diskursus kebudayaan global.

Selain penguatan riset, pihak Undiksha juga menargetkan adanya publikasi bersama di jurnal ilmiah bereputasi internasional serta peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa melalui pertukaran akademik.

“Kegiatan ini kedepannya bukan hanya visiting lecture saja tetapi juga akan melakukan join riset yaitu kerjasama penelitian bidang Sosiologi, Antropologi termasuk juga sejarah, dimana yang menjadi objek kajiannya adalah mengenai penguburan ari-ari dengan system gantung termasuk juga dengan penguburan mayat di trunyan, karena itu menjadi salah satu prinsip termasuk juga menjadi perhatian masyarakat internasional, terus selain itu kita berharap kedepan termasuk di tahun ini akan ada Implementation Agreement berupa join publication baik di prosiding penelitian ataupun juga artikel-artikel ilmiah yang publikasi di jurnal internasional,” kata Dekan FHIS

Dengan penandatanganan MoU ini, Undiksha mempertegas posisinya sebagai kampus berbasis riset yang terbuka pada kolaborasi lintas budaya dan negara. Harapannya, kerja sama ini menjadi langkah awal dari banyak kegiatan akademik yang mampu membawa pengaruh nyata bagi pengembangan keilmuan dan pelestarian budaya lokal. (RRI/Salsabil Tsabita)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....