Sudah Tahu? Begini Sejarah Peringatan Hari Buruh Internasional

  • 01 Mei 2025 22:00 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Tanggal 1 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai May Day atau Hari Buruh Internasional. Peringatan ini adalah momen penting menghormati perjuangan dan kontribusi para pekerja di seluruh dunia.

Berdasarkan laman National Museum of American History, saat zaman pasca-Perang Saudara di Amerika, industrialisasi berkembang pesat. Tetapi dibalik itu, ada hal yang harus dikorbankan dari kemajuan ekonomi Amerika.

Ya, mereka adalah para buruh yang tereksploitasi. Para buruh bekerja selama 10 sampai 16 jam kerja per hari, enam hari seminggu, tanpa perlindungan maupun jaminan keselamatan.

Dari kondisi itulah gerakan buruh mulai bangkit. Salah satu tuntutan utama para buruh yakni mewujudkan delapan jam kerja sehari. Organisasi-organisasi buruh lantas bersatu dalam Federation of Organized Trades and Labor Unions (cikal bakal American Federation of Labor).

Mereka lalu menetapkan tanggal 1 Mei 1886 sebagai hari aksi besar-besaran untuk menuntut perubahan. Salah satu pusat industri Amerika, Chicago, merupakan salah satu kawasan tempat buruh bersuara.

Ribuan buruh di Chicago turun ke jalan. Lebih dari 30 ribu pekerja kemudian melakukan mogok kerja, disusul dengan demonstrasi di beberapa kota industri lain misalnya New York serta Cincinnati.

Aksi damai itu memuncak pada sebuah tragedi yang sekarang dikenang sebagai Haymarket Affair. Merujuk Encyclopaedia Britannica, pada tanggal 4 Mei 1886, sekitar 1.500 orang berkumpul di Haymarket Square, Chicago, dalam aksi damai menuntut keadilan atas bentrokan sebelumnya di pabrik McCormick yang menewaskan buruh.

Menjelang akhir demonstrasi, saat suasana mulai tenang, sebuah bom tiba-tiba dilemparkan ke arah polisi. Ledakan itu menyebabkan tewasnya seorang polisi serta menyebabkan baku tembak hingga menewaskan tujuh polisi.

Selain itu warga sipil turut jadi korban. Sedangkan puluhan lainnya luka-luka. Pihak berwenang akhirnya bereaksi keras. Delapan tokoh buruh dan anarkis ditangkap, walaupun tidak ada bukti kuat bahwa mereka melempar bom.

Empat dari mereka dihukum mati, menyusul satu bunuh diri di sel, sementara tiga orang sisanya dipenjara. Kasus tersebut memicu kecaman luas serta menjadi simbol represi terhadap gerakan pekerja.

Tiga tahun setelah tragedi itu yakni pada 1889, International Socialist Congress di Paris menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional. Resolusi itu disambut luas oleh gerakan buruh di Eropa yang mulai rutin menggelar demonstrasi tahunan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....