Hari Arwah Sedunia, Begini Kisah Peringatannya

  • 02 Nov 2024 16:09 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Tiap tahun, pada tanggal 2 Nopember umat Katolik memperingati All Souls' Day atau Hari Arwah Sedunia. Melansir lama Britannica, peringatan ini mengikuti peringatan sebelumnya yakni Hari Raya Semua Orang Kudus 1 November.

Peringatan ini berawal dari tradisi gereja, mengingatkan pentingnya doa bagi jiwa-jiwa yang tidak lagi hidup di dunia. Saat abad ke-11, Santo Odilo dari Cluny menetapkan 2 November sebagai hari khusus untuk mendoakan arwah.

Sejak itulah, tradisi ini menyebar serta diadopsi oleh banyak budaya di seluruh dunia. Adapun tujuan utama dari Hari Arwah Sedunia untuk mengenang dan mendoakan keselamatan jiwa-jiwa yang telah meninggal agar mendapatkan pengampunan dosa dan masuk ke dalam kehidupan abadi.

Dalam tradisi Katolik, mendoakan arwah merupakan tindakan kasih yang membantu mempercepat penyucian jiwa-jiwa di alam baka. Biasanya, dalam perayaan Hari Arwah Sedunia, dilakukan dengan menghadiri Misa Kudus dan mendoakan jiwa-jiwa yang telah tiada.

Umat Katolik pun biasanya mengunjungi makam anggota keluarga serta kerabat untuk membersihkan makam, meletakkan bunga, menyalakan lilin, dan berdoa. Lilin yang menyala bermakna harapan dan doa bagi arwah, sedangkan bunga adalah simbol penghormatan dan kasih.

Di beberapa negara, peringatan ini adalah perayaan yang sangat kental dengan budaya dan tradisi setempat. Di Meksiko, misalnya, perayaan ini dikenal sebagai Día de los Muertos (Hari Orang Mati).

Tradisi Día de los Muertos dirayakan dengan warna-warni dekorasi, persembahan makanan, foto-foto, dan benda-benda kesayangan dari mereka yang telah tiada. Sedangkan di Filipina, perayaan Hari Arwah juga merupakan momen penting untuk keluarga, berkumpul serta mendoakan kerabat yang telah meninggal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....