Pendampingan Jemaah Haji Buleleng Diperkuat, Lansia Jadi Perhatian Khusus
- 08 Mei 2026 20:58 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Pendampingan Jemaah Haji
- Jemaah Haji Buleleng
- Haji Buleleng Diperkuat
- Lansia Jadi Perhatian Khusus
RRI.CO.ID, Singaraja - Suasana haru menyelimuti halaman Masjid Agung Jami’ Singaraja saat ratusan keluarga melepas keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Buleleng menuju embarkasi Surabaya, Jumat, 8 Mei 2026. Sebanyak 108 jemaah bersama satu orang pemandu haji daerah diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji tahun 1447 Hijriah.
Di tengah meningkatnya jumlah jemaah setiap tahun, kebutuhan pendampingan menjadi perhatian utama, khususnya bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang membutuhkan bantuan khusus selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan pendampingan terhadap jemaah menjadi salah satu hal penting yang terus dievaluasi. Menurutnya, jumlah petugas yang tersedia sebelumnya masih belum sebanding dengan jumlah jemaah yang harus didampingi.
“Kami memiliki komitmen menambah petugas haji daerah karena jumlah jemaah terus meningkat. Tahun lalu satu petugas mendampingi sekitar 80 jemaah dan itu sangat kewalahan,” ujarnya usai pelepasan jemaah.
Ia menyebutkan, dari total jemaah yang berangkat tahun ini terdapat sekitar 16 orang yang memerlukan perhatian dan bantuan khusus selama pelaksanaan ibadah haji. Kondisi tersebut membuat koordinasi antara petugas pendamping dan pihak terkait menjadi semakin penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Selain kesiapan pendampingan, kondisi kesehatan jemaah juga menjadi perhatian. Salah satu jemaah bahkan tercatat berusia 86 tahun dan tetap dinyatakan layak berangkat setelah melalui pemeriksaan kesehatan.
Menurut Sutjidra, hal itu menunjukkan semakin baiknya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sebelum menjalankan ibadah haji yang membutuhkan kesiapan fisik cukup tinggi.
Ia juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kebersamaan dan saling membantu selama berada di Tanah Suci. Sikap disiplin serta kepedulian antarsesama dinilai penting mengingat rangkaian ibadah haji melibatkan jutaan umat dari berbagai negara.
“Kami berpesan agar seluruh jemaah menjaga nama baik daerah dan bangsa Indonesia dengan menunjukkan sikap santun, disiplin, serta saling tolong-menolong selama berada di Tanah Suci,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....