Tahun Terakhir, Kementerian Agama Maksimalkan Pelayanan Ibadah Haji

  • 28 Apr 2025 07:34 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Tahun 2025 menjadi tahun terakhir bagi Kementerian Agama dalam menyelenggarakan pelayanan ibadah haji bagi jemaah Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah bertekad memberikan pelayanan terbaik agar seluruh jemaah, khususnya lansia, dapat menunaikan ibadah dengan nyaman dan aman.

Ketua Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Buleleng, Ustad Haji Agus Anurrachman menegaskan, seluruh jajaran Kementerian Agama berkomitmen memaksimalkan layanan Ibadah Haji. Ia menyebut, penyelenggaraan tahun ini diharapkan menjadi penutup yang manis sebelum tugas beralih ke Badan Penyelenggara Haji (BPH) yang dibentuk oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Sebagai bagian dari komitmen, Ustad Haji Agus mengungkapkan, Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA telah memastikan bahwa kuota jemaah tetap dipertahankan sebanyak 221.000 orang. Pemerintah memilih tidak menambah kuota seperti tahun lalu, guna menghindari kepadatan di lokasi krusial seperti Mina yang sempat menimbulkan kendala.

"Kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Agama yang baru menetapkan jumlah kuota haji sebanyak 221.000 jemaah, sesuai dengan sistem haji kuota tetap saat ini. Harapannya, pelaksanaan haji tahun ini menjadi haji yang husnul khatimah bagi Kementerian Agama, sekaligus menjadi penyelenggaraan haji terbaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujarnya, di sela-sela penyelenggaraan Manasik Haji di Buleleng, Minggu (27/4/2025).

Haji Agus menambahkan, inovasi kebijakan tahun ini diharapkan membawa perubahan signifikan dalam pelayanan. Pemerintah mengusung tema "Haji Ramah Lansia", dengan prioritas khusus bagi jemaah lanjut usia untuk mempermudah mereka dalam beribadah di Tanah Suci.

Ia mengatakan, beragam kebijakan baru diterapkan, salah satunya penerapan sistem Murur di Mekkah. Melalui sistem ini, jemaah, khususnya lansia, diarahkan langsung dari Arafah ke Mina tanpa harus bermalam di Muzdalifah, sehingga mengurangi kelelahan fisik.

Selain itu, pelayanan di embarkasi juga dipermudah. Setibanya di asrama, jemaah lansia langsung diarahkan ke kamar masing-masing tanpa perlu melalui proses panjang. Mereka juga menerima perlengkapan penting seperti paspor, gelang identitas, dan living cost langsung di tempat.

"Semua inovasi ini adalah bentuk perhatian kami. Harapannya, tahun terakhir Kementerian Agama dalam penyelenggaraan haji ini menjadi momentum terbaik bagi seluruh jemaah," ucap Ustad Haji Agus Anurrachman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....