Limbah Medis Ditemukan Terbuang di Pinggir Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk
- 29 Sep 2026 18:15 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Limbah medis mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) ditemukan di pinggir Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, sebelah selatan Rumah Sakit Umum Negara, Kabupaten Jembrana, Bali pada Senin, 28 September 2026.
- Limbah tersebut ditemukan dalam 11 kantong plastik terdiri dari tujuh kantong kuning dan empat kantong putih yang berisi infus bekas dan botol obat.
RRI.CO.ID, Negara - Temuan limbah medis mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) menghebohkan warga di sekitar Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Sejumlah kantong berisi limbah medis ditemukan di pinggir jalan, tepatnya di sebelah selatan Rumah Sakit Umum Negara, Senin, 28 September 2026.
Limbah tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus tujuh kantong plastik berwarna kuning dan empat kantong plastik putih. Dari dalam bungkusan terlihat sejumlah kantong bekas infus serta botol obat.
Pada beberapa kemasan obat yang ditemukan juga tercantum identitas pasien dan logo RSU Negara. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Seorang warga yang pertama kali melihat tumpukan limbah tersebut mengatakan, temuan bermula ketika dirinya berhenti di persimpangan jalan untuk menyeberang. Ia kemudian melihat tumpukan kantong plastik yang berbeda dari sampah pada umumnya.
“Karena merasa aneh sampah itu dibuang begitu saja, saya melaporkan temuan kepada pihak polisi. Saat menunggu mau nyebrang saya lihat tumpukan itu, ternyata infus dan botol obat,” ungkapnya.
Kepala Sat Reskrim Polres Jembrana AKP I Gede Alit Darmana membenarkan adanya laporan masyarakat mengenai temuan limbah medis di ruas jalan utama Denpasar-Gilimanuk tersebut.
“Benar hari ini kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya sampah limbah medis yang dibuang di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk,” ujarnya.
Kepolisian masih melakukan pendataan dan pemeriksaan untuk memastikan jenis serta asal limbah medis yang ditemukan. Polisi juga mendalami pihak yang membuang limbah tersebut.
“Kami masih mendalami terkait temuan limbah medis tersebut. Berbagai macam seperti infus, jarum suntik, dan lain-lain,” kata Alit.
Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui asal-usul limbah sekaligus memastikan penanganan selanjutnya terhadap material medis tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....