Belasan Aksi Pencurian Resahkan Warga Banjar Pangkung Apit

  • 19 Sep 2026 10:13 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Sembilan rumah di Banjar Pangkung Apit menjadi sasaran pencurian dengan total 12 kejadian sejak akhir Juli 2026.
  • Beberapa rumah mengalami pencurian lebih dari satu kali, menunjukkan pola kejahatan yang sistematis di wilayah tersebut.

RRI.CO.ID, Negara – Warga Banjar Pangkung Apit, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, meningkatkan kewaspadaan menyusul rentetan aksi pencurian yang terjadi sejak akhir Juli 2026. Warga bahkan sempat menggelar ronda malam secara bergiliran untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Informasi dari warga setempat menyebutkan, sedikitnya sembilan rumah menjadi sasaran pencurian dengan total sekitar 12 kejadian. Beberapa rumah bahkan disebut mengalami pencurian lebih dari satu kali.

Salah seorang warga, Ngurah WP, mengatakan aksi pencurian tersebut berlangsung secara beruntun sejak akhir Juli hingga September. Ia sendiri menjadi salah satu korban dalam kejadian tersebut.

“Kejadian (pencurian) sudah mulai terjadi sejak akhir Juli lalu, berturut turut sampai sekarang,” kata Ngurah saat dihubungi, Jumat, 18 Sepember 2026, malam.

Menurutnya, barang yang hilang dari rumah warga antara lain perhiasan emas, uang tunai, serta sejumlah dokumen dan barang berharga lainnya. Dari rumahnya, pencuri membawa perhiasan emas sekitar delapan gram, uang tunai Rp1.950.000, serta sertifikat tanah.

Ngurah mengaku telah melaporkan kasus yang dialaminya kepada Polsek Mendoyo setelah rumahnya dibobol pada 4 Agustus 2026. Petugas kemudian melakukan tindak lanjut dengan mendatangi lokasi dan melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Setelah saya, ada lagi tiga rumah yang mengalami pencurian, bulan Agustus sampai September. Yang terakhir di rumah tetangga saya Pak Gede Suamar, tanggal 13 September kemarin. Total kerugian sekitar Rp3 jutaan, uang dan emas,” tuturnya.

Namun, menurut Ngurah, kasus yang menimpa Gede Suamar tersebut belum dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Rentetan kejadian itu membuat warga meningkatkan pengamanan lingkungan. Ronda malam sempat dilakukan setiap hari secara bergiliran. Selama kegiatan ronda berlangsung, warga menyebut tidak ada lagi aksi pencurian.

Akan tetapi, kegiatan tersebut hanya berjalan sekitar dua minggu. Kesibukan warga serta belum adanya dukungan anggaran desa untuk kegiatan ronda membuat pengamanan malam akhirnya dihentikan.

“Setelah kejadian di rumah saya, warga langsung menggelar ronda malam. Hanya berjalan dua Minggu, karena kesibukan dan anggaran dari desa tidak ada, ronda malam terhenti. Ronda selesai, eh, malah ada pencurian lagi,” ujar Ngurah.

Warga berharap rangkaian kasus tersebut segera mendapat titik terang. Selain meminta pelaku diungkap, warga juga berharap pengamanan di lingkungan permukiman dapat ditingkatkan agar masyarakat merasa lebih aman.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Polsek Mendoyo Kompol Wayan Sartika membenarkan adanya laporan terkait kasus pencurian di wilayah tersebut. Ia menyebut kepolisian masih melakukan proses penyelidikan dan pendalaman.

“Tidak semua melapor. Kasus ini kami masih terus melakukan penyelidikan dan pendalaman,” ujarnya.

Kepolisian juga mengingatkan masyarakat yang menjadi korban pencurian untuk segera melaporkan kejadian kepada aparat. Laporan dari masyarakat diperlukan untuk membantu proses penyelidikan dan pemetaan kejadian di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....