Turis Taiwan Viral usai Tak Nyaman di Lovina, Polisi Bertindak Cepat
- 12 Agt 2026 10:34 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pengalaman tak menyenangkan seorang turis wanita asal Taiwan saat berada di kawasan wisata Lovina, Buleleng, Bali, menjadi perhatian setelah ceritanya viral di media sosial. Unggahan tersebut menyebut korban merasa tidak nyaman hingga menangis dan mengaku mengalami trauma setelah mendapat perlakuan dari seorang pria yang tidak dikenalnya.
Informasi itu langsung mendapat perhatian Polres Buleleng. Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, S.I.K., M.Si., M.T., M.Sc., turun langsung melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan di Indonesia untuk memastikan kejadian tersebut dapat diklarifikasi langsung kepada korban.
Peristiwa itu bermula saat turis Taiwan tersebut sedang membuat konten outfit of the day (OOTD) di pinggir jalan kawasan wisata Lovina. Ketika tengah merekam, seorang pria paruh baya yang tidak dikenalnya tiba-tiba menghampiri dan mengajak korban berjabat tangan sambil menyampaikan harapan agar liburannya menyenangkan.
Awalnya, korban menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk keramahan warga lokal dan meladeni ajakan berjabat tangan. Namun, korban kemudian merasa tidak nyaman karena jabat tangan berlangsung cukup lama hingga akhirnya melepaskan tangannya. Pengalaman tersebut kemudian diceritakan melalui akun Instagram @aurosa_a dan mendapat perhatian luas di media sosial.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Polres Buleleng melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian Taiwan. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh informasi langsung dari korban sekaligus memastikan penanganan kejadian dilakukan secara tepat, termasuk berkaitan dengan rasa aman wisatawan selama berada di Bali.
“Kami telah berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan di Indonesia agar dapat berkomunikasi secara langsung dengan korban untuk melakukan investigasi terkait kejadian ini,” ujar AKBP Ruzi Gusman pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Di tingkat wilayah, polisi bersama aparatur Desa Kalibukbuk juga melakukan penelusuran terhadap pria yang berada dalam peristiwa tersebut. Dari hasil penelusuran, petugas menemukan seorang pria berinisial WS alias Nane, 68, warga setempat, yang diduga merupakan pria dalam kejadian tersebut.
Setelah dilakukan pendekatan oleh kepolisian bersama aparatur Desa Kalibukbuk, WS mengakui kesalahannya. Ia kemudian menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya dan pernyataan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang telah ditandatangani oleh yang bersangkutan.
Kapolres Buleleng menilai kejadian tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele karena berkaitan dengan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Bali. Terlebih Lovina merupakan salah satu kawasan wisata di Buleleng yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Sangat disayangkan sekali, ini merupakan perbuatan tidak bertanggung jawab dan berpotensi mencederai citra pariwisata dan keramahtamahan Bali, terutama Pantai Lovina,” ucap AKBP Ruzi Gusman.
Menurutnya, keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi tanggung jawab yang perlu dijaga bersama. Kepolisian memastikan wisatawan yang datang ke Bali berhak mendapatkan rasa aman selama melakukan aktivitas wisata.
“Kepolisian menjamin kenyamanan dan keamanan kepada para wisatawan yang sedang berwisata ke Pulau Bali,” ujarnya.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat, khususnya warga yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pariwisata, agar menjaga sikap ketika berinteraksi dengan wisatawan. Keramahan tidak perlu ditunjukkan melalui tindakan yang memaksakan kontak fisik atau bentuk interaksi lain yang dapat membuat orang lain merasa terganggu.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kenyamanan wisatawan tidak hanya berkaitan dengan keamanan kawasan, tetapi juga perilaku masyarakat dalam berinteraksi. Polres Buleleng berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi sehingga Lovina tetap menjadi kawasan wisata yang aman dan nyaman bagi wisatawan dari berbagai negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....