Bayi Dibuang Pasangan Pelajar di Buleleng, Ditemukan Tak Utuh

  • 10 Mei 2026 15:51 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kasus pembuangan bayi kembali terjadi di Kabupaten Buleleng, Bali. Kali ini, dua pelajar SMA di Kecamatan Sawan harus berhadapan dengan hukum setelah diduga membuang bayi perempuan yang baru dilahirkan hingga akhirnya ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan di Banjar Dinas Sema, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan.

Peristiwa ini terungkap Sabtu, 9 Mei 2026 sore sekitar pukul 17.30 Wita. Penemuan jenazah bayi itu bermula saat seorang anak bernama Putu Mahendra Putra sedang bermain layang-layang di sebuah tanah lapang di sebelah selatan Pura Sura Lepang, Desa Sangsit. Saat itu, ia melihat seekor anjing mengendus sesuatu di tanah yang kemudian mengarah pada temuan jenazah bayi.

“Setelah didekati dan diperiksa, ternyata ditemukan jenazah bayi berjenis kelamin perempuan,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, Minggu 10 Mei 2026.

Kaget dengan temuannya, anak tersebut segera melaporkan kejadian itu kepada warga setempat bernama Kadek Kartini. Setelah memastikan kondisi di lokasi, laporan diteruskan kepada kelian Banjar Dinas Banjar Sema, yang kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan area penemuan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, jenazah bayi perempuan itu diduga telah berpindah dari posisi semula sejauh sekitar enam meter sebelum akhirnya ditemukan warga.

“Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah tidak utuh, yaitu tidak memiliki kaki kiri. Bagian leher juga tidak utuh, diduga akibat gigitan atau dimakan oleh anjing. Selain itu, jenazah sudah mengeluarkan bau yang tidak sedap,” ujar Yohana.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap bayi tersebut diduga dilahirkan oleh seorang pelajar perempuan berinisial LPMPU pada Jumat 8 Mei 2026 sekitar pukul 20.00 Wita di kamar mandi rumahnya. Saat proses persalinan berlangsung, pacarnya yang berinisial KAP mulai curiga karena LPMPU terlalu lama berada di kamar mandi.

Ketika pintu dibuka, KAP mendapati bayi sudah berada di lantai dalam kondisi tidak bergerak dan tidak menangis. Ari-ari bayi kemudian dipotong menggunakan gunting. Dalam keadaan panik, keduanya diduga membawa bayi tersebut ke lokasi kejadian untuk dikuburkan secara sederhana menggunakan tangan, lalu ditutup dengan batako dan ranting kayu.

“Pelaku sudah diamankan. Untuk penanganan kasus, dilanjutkan di Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng. Karena pelaku di bawah umur, masih dalam pengawasan orang tua,” katanya.

Kasus ini kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Sat Reskrim Polres Buleleng. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan, mengingat kedua terduga pelaku masih berstatus anak di bawah umur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....