Penangkapan d4vd Buka Babak Baru Kasus Kematian Remaja di Los Angeles

  • 24 Apr 2026 16:44 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • d4vd
  • pembunuhan
  • Los Angeles
  • remaja hilang
  • kasus kriminal
  • Hollywood Hills
  • grand jury
  • musik Amerika

RRI.CO.ID, Singaraja - Kasus kematian seorang remaja perempuan bernama Celeste Rivas Hernandez (14) akhirnya memasuki fase baru setelah musisi muda asal Amerika Serikat, d4vd, ditangkap oleh aparat penegak hukum di kawasan Hollywood Hills.

Penangkapan ini menjadi titik penting dalam penyelidikan panjang yang telah berlangsung sejak awal 2024. Celeste sebelumnya dilaporkan hilang sebanyak tiga kali pada Februari, Maret, dan April 2024. Ia sempat kembali setelah laporan pertama, namun kemudian menghilang tanpa jejak dalam laporan berikutnya.

Sebelum menghilang, korban diketahui beberapa kali terlihat bersama d4vd, termasuk dalam sebuah siaran langsung larut malam dan sejumlah dokumentasi visual di sekitar lingkungan tempat tinggal korban. Kekhawatiran keluarga mulai meningkat sejak saat itu.

Seiring berjalannya waktu, sejumlah petunjuk mulai bermunculan. Pada akhir 2024 hingga awal 2025, sebuah kamera digital ditemukan berisi foto-foto korban bersama d4vd. Foto tersebut bahkan sempat diunggah ke media sosial oleh sang musisi.

Puncak kasus terjadi pada 8 September 2025, sehari setelah ulang tahun ke-15 korban. Jenazah Celeste ditemukan di dalam bagasi sebuah mobil Tesla yang terdaftar atas nama d4vd di sebuah tow yard di wilayah Los Angeles, setelah tercium bau mencurigakan.

Pada saat penemuan tersebut, d4vd diketahui sedang menjalani tur dunia untuk album terbarunya. Namun, tak lama setelah kasus mencuat ke publik, ia membatalkan seluruh jadwal tur.

Dokumen pengadilan mengungkap bahwa penyelidikan dilakukan melalui grand jury dengan d4vd sebagai target utama. Kini, ia telah didakwa atas pembunuhan tingkat pertama dengan keadaan khusus.

Meski demikian, pihak d4vd melalui tim kuasa hukumnya menyatakan bahwa sang musisi tidak bersalah. Proses hukum pun masih terus berjalan, dan publik menantikan perkembangan lanjutan dari kasus ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....