Selang Kompor Picu Penusukan Antar Ipar di Buleleng

  • 03 Apr 2026 10:11 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Perselisihan keluarga yang dipicu persoalan sepele berujung aksi kekerasan menggunakan senjata tajam di wilayah Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Seorang buruh harian lepas mengalami luka sayatan di bagian perut akibat dugaan penusukan oleh kerabatnya sendiri. Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi di lingkungan keluarga dekat.

Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan kejadian berlangsung pada Minggu, 29 Maret 2026 sekitar pukul 09.00 Wita. Lokasi kejadian berada di Jalan Seririt–Gilimanuk, Desa Celukan Bawang. Kasus tersebut baru dilaporkan dua hari setelah kejadian, tepatnya pada 31 Maret 2026.

“Peristiwa berawal dari perselisihan yang kemudian memicu emosi kedua belah pihak hingga berujung cekcok,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat 3 April 2026. Ia menambahkan, konflik yang awalnya dipicu hal kecil berkembang menjadi tindakan kekerasan. Polisi saat ini masih mendalami motif dan kronologi secara lebih rinci.

Korban diketahui bernama Abd. Hadi (37), sedangkan terlapor adalah Radian Madi Wijaya (37). Keduanya masih memiliki hubungan keluarga sebagai kakak ipar dan adik ipar. Kedekatan hubungan tersebut justru memperparah situasi ketika terjadi kesalahpahaman.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula saat korban mencari selang kompor gas miliknya yang tidak ditemukan. Korban sempat menanyakan kepada ibunya, namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Ia kemudian berusaha mencari di sekitar rombong bekas jualannya, namun tetap tidak ditemukan.

Situasi mulai memanas saat terlapor datang dan meminta korban mengembalikan posisi rombong. Permintaan tersebut memicu adu mulut karena korban juga menuntut kejelasan terkait selang kompor yang hilang. Dalam kondisi emosi, korban sempat menendang kompor yang diduga berkaitan dengan selang tersebut.

Terlapor sempat meninggalkan lokasi, namun kemudian kembali dengan membawa sebilah pisau. Setibanya di lokasi, terlapor diduga langsung mencekik leher korban dengan tangan kiri. Sementara tangan kanannya memegang pisau dan mencoba menusuk ke arah perut korban.

Korban sempat melakukan perlawanan dengan menahan dan mengarahkan tangan pelaku untuk menghindari serangan. Namun setelah pegangan terlepas, terlapor kembali melakukan penusukan hingga mengenai bagian perut korban. “Korban mengalami luka sayatan pada bagian perut sebelah kiri dan merasakan nyeri akibat kejadian tersebut,” jelas IPTU Yohana.

Perkelahian akhirnya berhasil dilerai oleh warga sekitar yang datang ke lokasi. Korban kemudian dibawa oleh keluarga untuk mendapatkan perawatan medis di bidan setempat di Desa Celukan Bawang. Kondisi korban saat ini dilaporkan dalam penanganan medis.

Tidak terima atas kejadian tersebut, korban melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Laporan tercatat dengan nomor LP/B/1/III/2026/SPKT/Polsek Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang/Polres Buleleng/Polda Bali. Polisi kini tengah melakukan proses penyelidikan lebih lanjut untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....