Pengeroyokan Remaja di Kafe Bengkala, Polisi Buru Pelaku

  • 28 Mar 2026 18:33 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kasus dugaan pengeroyokan terjadi di sebuah kafe di wilayah Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Peristiwa ini melibatkan sekelompok remaja yang awalnya berkumpul pada Kamis 26 Maret 2026 dini hari. Insiden tersebut kini dalam penanganan aparat kepolisian setempat.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 01.00 Wita di Jalan Banjar Dinas Kelodan, Desa Bengkala. Berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/4/III/2026/SPKT/Polsek Kubutambahan/Polres Buleleng/Polda Bali, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Aparat Polsek Kubutambahan telah menerima laporan dan mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak.

Lima remaja dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Mereka masing-masing berinisial IGS (16), KSI (16), IKSMG (18), GKYP (20), dan KJAA (20). Seluruh korban diketahui berstatus pelajar dan mahasiswa serta berasal dari wilayah yang sama.

Berdasarkan keterangan awal, para korban datang ke kafe “All Star” bersama beberapa temannya. Saat tiba di lokasi, sudah terdapat sekitar 10 orang lainnya yang diduga berasal dari wilayah Kubutambahan. Situasi di lokasi kemudian berubah menjadi keributan yang berujung dugaan aksi kekerasan.

Penyebab pasti kejadian tersebut belum diketahui. Namun para korban mengaku mengalami pemukulan secara bersama-sama oleh kelompok orang tersebut. Dugaan sementara, pengeroyokan dilakukan menggunakan tangan mengepal.

Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian.

“Peristiwa ini masih dalam tahap lidik. Kami telah menerima laporan korban dan sedang melakukan pendalaman, termasuk mengidentifikasi para terlapor yang terlibat dalam dugaan pengeroyokan tersebut,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar menghindari konsumsi minuman keras yang berpotensi memicu konflik. Hingga kini, aparat masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna memastikan kronologi kejadian secara lengkap. Penanganan kasus ini diharapkan dapat mengungkap pihak yang bertanggung jawab dan memberikan kepastian hukum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....