Huhate, Teknik Tangkap Cakalang Tradisional yang Ramah Lingkungan

  • 20 Agt 2026 14:45 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Huhate atau pole and line merupakan salah satu teknik penangkapan ikan tradisional yang banyak dikenal di wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Maluku dan Sulawesi Utara.

Teknik ini umumnya digunakan untuk menangkap ikan cakalang (skipjack tuna) dan sejumlah ikan pelagis lainnya. Huhate dinilai memiliki keunggulan karena menggunakan metode penangkapan yang selektif dengan tangkapan sampingan atau bycatch yang relatif rendah.

Mengandalkan Pancing dan Umpan Hidup

Dalam praktiknya, nelayan menggunakan joran panjang yang umumnya terbuat dari bambu. Joran dilengkapi tali dan mata kail khusus tanpa pengait (barbless hook), sehingga ikan dapat terlepas ketika diangkat ke bagian geladak kapal.

Kapal huhate juga memiliki karakteristik tersendiri. Bagian haluan dibuat cukup lebar agar sejumlah nelayan dapat berdiri dan memancing secara bersamaan. Kapal biasanya dilengkapi penyemprot air untuk membantu mempertahankan gerombolan ikan tetap berada di sekitar kapal.

Proses penangkapan diawali dengan mencari gerombolan ikan cakalang. Setelah kawanan ikan ditemukan, nelayan menebarkan ikan-ikan kecil hidup sebagai umpan untuk menarik perhatian ikan target.

Penyemprot air kemudian dinyalakan sehingga permukaan laut di sekitar kapal tampak seperti kondisi ikan sedang memangsa. Nelayan selanjutnya melemparkan pancing dan segera menariknya ketika ikan menyambar.

Proses tersebut dilakukan secara cepat dan berulang. Ketika gerombolan cakalang sedang aktif, sejumlah nelayan dapat menangkap ikan secara bersamaan.

Dinilai Lebih Selektif

Huhate mengandalkan aktivitas makan ikan di permukaan sehingga penangkapannya lebih selektif. Penggunaan mata kail tanpa pengait juga memungkinkan proses pelepasan ikan berlangsung lebih mudah.

Metode ini menghasilkan ikan yang relatif segar karena ikan langsung dipindahkan ke kapal tanpa melalui proses penangkapan menggunakan jaring dalam skala besar.

Selain menjadi mata pencaharian nelayan, huhate juga menjadi bagian dari pengetahuan dan tradisi masyarakat pesisir di sejumlah daerah Indonesia.

Teknik tersebut menunjukkan bagaimana metode penangkapan ikan tradisional dapat tetap digunakan dengan memperhatikan aspek selektivitas dan keberlanjutan sumber daya laut.

(RRI/Dewa Arta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....