Bu Tani: Sawah Bali Jangan Sampai Hilang
- 01 Agt 2026 19:02 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Ajakan untuk menjaga lahan pertanian Bali terus disuarakan di tengah perkembangan pariwisata dan pembangunan yang semakin pesat. Ni Nyoman Diah Uttari, Owner Edutani Krisan Eco Farm mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali mencintai dunia pertanian dan memahami pentingnya keberadaan sawah sebagai bagian dari ketahanan pangan sekaligus kelestarian budaya Bali.
Menurut Diah yang akrab disapa Bu Tani, pertanian tidak seharusnya dipandang sebagai pekerjaan yang identik dengan kotor, berat, dan kurang menjanjikan. Sebaliknya, sektor pertanian memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi usaha yang modern, kreatif, dan bernilai ekonomi.
"Petani itu bukan lagi profesi yang kotor. Kami berharap anak-anak dan generasi muda tertarik berbisnis di bidang pertanian karena petani adalah ujung tombak ketahanan pangan," ujarnya saat dialog Green Radio di Pro 1 RRI Singaraja, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Ia menambahkan ketertarikan generasi muda terhadap pertanian perlu ditumbuhkan sejak usia dini. Pengenalan terhadap dunia pertanian dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan sederhana, seperti mengajak anak ke sawah, mengenalkan proses menanam, merawat tanaman, hingga memahami bagaimana bahan pangan yang dikonsumsi sehari-hari dihasilkan.
Menurutnya, pengalaman langsung tersebut dapat memberikan pembelajaran yang lebih bermakna bagi anak. Mereka tidak hanya mengetahui bahwa nasi berasal dari beras, tetapi juga memahami proses panjang yang harus dilalui sebelum beras dapat dikonsumsi.
"Saya jelaskan kepada anak-anak bahwa menanam padi membutuhkan waktu sekitar empat bulan. Setelah tahu prosesnya, mereka belajar menghargai makanan dan tidak membuang-buangnya," katanya.

Diah juga mengingatkan bahwa keberadaan lahan pertanian di Bali memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar fungsi ekonomi. Sawah merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Bali yang berkaitan erat dengan tradisi, budaya, dan sistem pengelolaan pertanian yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak mudah menjual lahan pertanian yang dimiliki. Menurutnya, keputusan mempertahankan sawah bukan hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi juga merupakan bentuk investasi bagi masa depan agar generasi muda tidak kehilangan hubungan dengan tanah dan alam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....