Buku Cetak Bertahan ditengah Arus Digital

  • 27 Mar 2026 08:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Meskipun e-book dan audiobook semakin popular, keberadaan buku cetak di berbagai sudut toko buku modern tetap memiliki daya tarik yang tak tergantikan. Bagi pembaca, pengalaman membalik halaman kertas, aroma khas buku baru, dan kepuasan visual melihat koleksi di rak adalah alasan utama mengapa buku fisik tetap bertahan.

Hal itu juga dikatakan salah seorang pengunjung toko buku di Singaraja. Meskipun e-book terasa lebih praktis, buku fisik atau cetak tetap dirasa seperti ruang kecil yang bisa dimiliki sepenuhnya.

"Saat membacanya, tidak ada distraksi. Hanya ada kita dan isi buku, tanpa jeda dari dunia digital. Ritmenya lebih pelan dan sadar saat membalik halaman, membuat proses membaca terasa lebih hadir bukan sekadar lewat,” ucap Putu Gita (30) saat ditemui RRI, Kamis, 26 Maret 2026 malam.

Menurutnya, apa yang dibaca dari buku cetak lebih mudah melekat karena tubuh ikut terlibat, mata, tangan, bahkan ingatan posisi halaman. Selain itu, buku cetak lebih berkesan karena bisa disimpan, disentuh, diberi tanda, atau sekadar dipajang sebagai bagian dari perjalanan pribadi. Jadi, membeli buku seringkali bukan cuma soal membaca, tapi tentang menikmati prosesnya dengan cara yang lebih berkesan.

"Seiring bertambahnya usia, buku-buku yang saya baca pun mulai berubah. Saat kecil hingga remaja buku yang disukai adalah komik dan novel, setelah menjadi seorang Ibu buku yang saya baca adalah tentang parenting dan self improvement,” ujar Gita.

Gita juga menyebut ada beberapa buku yang sangat berkesan baginya. Buku tersebut antara lain:

- Forgiving Our Parents, Forgiving Ourselves by Dr. David Stoop,

- ⁠Why Men Love Bitches by Sherry Argov

- ⁠Ikigai by Hector Gracia and Francesc Miralles

- ⁠The Five Thieves of Happiness by John Izzo

- ⁠Conversations on Love by Natasha Lunn

Digitalisasi memang mengubah cara masyarakat membaca buku, namun keberadaan e book tidak membunuh keberadaan buku fisik. Keduanya berdampingan sebagai pilihan gaya hidup literasi yang saling melengkapi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....