Michael Bambang Hartono, Konglomerat yang Konsisten Majukan Olahraga

  • 22 Mar 2026 03:55 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Michael Bambang Hartono, pemilik Grup Djarum dan salah satu orang terkaya di Indonesia, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 13.15 waktu Singapura dalam usia 86 tahun. Semasa hidupnya, Michael Bambang Hartono tidak hanya dikenal sebagai pengusaha sukses, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan olahraga, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Peran pentingnya terlihat melalui pembinaan bulu tangkis. Bersama sang adik, Robert Budi Hartono, ia membesarkan PB Djarum di bawah naungan Djarum Foundation. Melalui program audisi umum yang rutin digelar, PB Djarum telah melahirkan banyak atlet berbakat yang kemudian mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Di luar perannya sebagai pembina, ia juga aktif sebagai atlet. Michael Bambang Hartono dikenal sebagai atlet bridge yang berprestasi di level internasional. Pada Asian Games 2018, ia meraih medali perunggu pada nomor super mixed team, sekaligus menjadi atlet tertua Indonesia yang tampil di ajang tersebut pada usia 78 tahun.

Prestasinya di cabang bridge juga mencakup medali perak pada Kejuaraan Dunia Bridge (Senior Bowl), serta medali perunggu di 39th World Team Championships 2009 di Sao Paulo, Brasil. Di tingkat nasional, ia turut menyumbangkan prestasi melalui medali perunggu pada nomor beregu putra di PON 2012.

Kontribusinya tidak berhenti di dalam negeri. Melalui Grup Djarum, ia juga mengambil alih klub sepak bola Italia Como 1907 pada tahun 2019. Klub tersebut kemudian bangkit dari keterpurukan di liga amatir hingga mampu promosi ke level kompetisi yang lebih tinggi.

Dedikasi sosialnya terhadap olahraga juga patut diapresiasi. Saat menerima bonus sebesar Rp250 juta dari Joko Widodo atas prestasinya di Asian Games 2018, ia memilih untuk menyerahkan seluruh dana tersebut demi pembinaan atlet bridge Indonesia.

Michael Bambang Hartono dikenal sebagai sosok pekerja keras dengan disiplin tinggi, baik dalam bisnis maupun olahraga. Kepergiannya menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi dunia usaha, tetapi juga bagi perkembangan olahraga Indonesia yang selama ini turut ia dukung dan majukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....