Risiko Pakai Baju Thrifting Tanpa Dicuci Terlebih Dahulu
- 08 Feb 2026 14:33 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Tren thrifting yang semakin populer membuat banyak orang tertarik menggunakan pakaian bekas sebagai pilihan fashion sehari-hari. Namun, di balik harga yang terjangkau dan model yang unik, ada hal penting yang sering diabaikan, yaitu mencuci pakaian sebelum digunakan. Banyak orang langsung mengenakan baju thrift tanpa proses pembersihan terlebih dahulu, padahal kebiasaan ini dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan kulit maupun kebersihan tubuh secara umum.
Pakaian bekas umumnya telah digunakan oleh orang lain dan melewati berbagai proses penyimpanan serta distribusi. Selama proses tersebut, pakaian bisa terpapar debu, kotoran, hingga mikroorganisme yang tidak terlihat oleh mata. Jika langsung digunakan tanpa dicuci, kotoran atau bakteri yang menempel berpotensi menyebabkan iritasi kulit, gatal, atau reaksi alergi, terutama bagi orang yang memiliki kulit sensitif. Risiko ini semakin tinggi jika pakaian disimpan dalam kondisi lembap atau kurang bersih.
Selain faktor kesehatan, bau tidak sedap juga menjadi masalah yang sering muncul pada pakaian thrifting. Bau tersebut biasanya berasal dari penyimpanan dalam waktu lama atau penggunaan sebelumnya. Tanpa pencucian, bau dapat bertahan dan sulit hilang meskipun pakaian sudah dipakai. Proses pencucian dengan deterjen yang tepat membantu menghilangkan bau, kuman, serta sisa kotoran yang mungkin masih tertinggal pada serat kain.
Oleh karena itu, mencuci pakaian thrifting sebelum digunakan merupakan langkah sederhana namun penting. Pakaian sebaiknya dicuci menggunakan air bersih dan dikeringkan dengan baik sebelum dipakai. Kebiasaan ini tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga membuat pakaian lebih nyaman digunakan. Dengan kesadaran akan kebersihan, tren thrifting dapat tetap dinikmati tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kesehatan bagi penggunanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....