Penanaman Bakau: Cara dan Manfaat untuk Rehabilitasi Mangrove 

  • 12 Jan 2026 08:49 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Penanaman bakau (atau lebih dikenal sebagai penanaman mangrove) adalah kegiatan menanam pohon bakau atau jenis mangrove lainnya di kawasan pesisir pantai, muara sungai, atau daerah berlumpur yang tergenang air pasang surut. Tujuannya utama adalah rehabilitasi ekosistem mangrove yang rusak akibat abrasi, konversi lahan (misalnya jadi tambak), atau bencana alam, serta untuk melindungi garis pantai dan meningkatkan keanekaragaman hayati.

Di Indonesia, penanaman bakau sering dilakukan secara massal oleh pemerintah, LSM, perusahaan (CSR), dan masyarakat sebagai bagian dari program rehabilitasi mangrove nasional. Indonesia memiliki luas mangrove terbesar di dunia (sekitar 20-25% dari total global), tapi banyak yang rusak, sehingga rehabilitasi menjadi prioritas untuk mencegah abrasi pantai dan banjir rob.

-Pemilihan bibit/propagul: Biasanya dari jenis Rhizophora (bakau hitam/kurap), Avicennia, atau Sonneratia yang tahan air asin.

-Lokasi: Daerah berlumpur, terlindung dari gelombang kuat, dengan pasang surut rutin.

-Teknik: Tanam langsung propagul (buah yang sudah berkecambah) atau bibit dari persemaian ke lubang tanah. Jarak tanam sekitar 1-2 meter, sering dalam pola rumpun atau lajur.

-Pemeliharaan: Penyulaman (ganti bibit mati), monitoring, dan libatkan masyarakat untuk keberlanjutan.

Dikutip dari laman tirto.id, manfaat Penanaman Bakau antara lain:

-Lindungi pantai: Akar bakau meredam gelombang, mencegah abrasi dan erosi, serta intrusi air laut.

-Ekosistem: Habitat ikan, udang, kepiting (nursery ground), meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

-Lingkungan: Serap karbon tinggi (blue carbon), kurangi emisi, atasi perubahan iklim.

-Ekonomi: Kayu untuk bangunan/arang, buah untuk makanan (sirup), wisata mangrove.

-Bencana: Benteng alami terhadap tsunami dan badai. (RRI/Dewa Arta)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....