Pupuk Kompos: Solusi Tanpa Kimia, Tanaman Lebih Subur

  • 07 Jan 2026 08:04 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Pupuk kompos adalah pupuk organik yang dibuat dari proses penguraian (dekomposisi) bahan-bahan organik alami, seperti sisa tanaman, sampah dapur, daun kering, kotoran hewan, dan limbah organik lainnya. Proses ini dibantu oleh mikroorganisme (bakteri, jamur) dan makroorganisme seperti cacing tanah, menghasilkan bahan kaya nutrisi yang berwarna coklat kehitaman, berbau seperti tanah, dan bertekstur gembur.

Dikutip dari green.katadata.co.id, manfaat Pupuk Kompos antara lain:

-Menyuburkan tanah: Menambah unsur hara (nutrisi) seperti nitrogen, fosfor, dan kalium secara alami.

-Memperbaiki struktur tanah: Membuat tanah lebih gembur, meningkatkan daya serap air, dan mencegah erosi.

-Ramah lingkungan: Mengurangi sampah organik, tidak mengandung bahan kimia berbahaya, serta mendukung aktivitas mikroorganisme tanah.

-Hemat biaya: Bisa dibuat sendiri dari limbah rumah tangga.

-Lebih aman jangka panjang dibanding pupuk kimia, karena tidak merusak kesuburan tanah.

Jenis-Jenis Pupuk Kompos. Beberapa jenis umum:

-Kompos hijau: Dari sampah organik segar seperti sisa sayur, buah, dan rumput.

-Kompos coklat: Dari bahan kering seperti daun kering, jerami, dan serutan kayu.

-Vermikompos: Dibantu cacing tanah.

-Bokashi: Menggunakan mikroorganisme efektif (EM4).

Cara Membuat Pupuk Kompos Sederhana di Rumah. Proses dasar (metode aerobik, memakan waktu 1-3 bulan)

Siapkan bahan:

-Bahan hijau (kaya nitrogen): Sisa sayur/buah, rumput segar, kotoran hewan.

-Bahan coklat (kaya karbon): Daun kering, jerami, kardus sobek.

-Aktivator (opsional): EM4, molase/gula, atau nasi aking untuk mempercepat penguraian.

-Wadah: Ember, drum, atau lubang tanah.

Langkah-langkah:

-Potong bahan menjadi kecil-kecil agar cepat terurai.

-Lapisi bergantian: Bahan coklat di bawah, lalu hijau, ulangi hingga penuh.

-Tambahkan air secukupnya (lembab seperti spons peras, tidak becek).

-Tambahkan aktivator jika ada.

-Tutup wadah, simpan di tempat teduh.

-Aduk setiap 3-7 hari untuk sirkulasi udara.

-Tunggu hingga matang (tidak panas, bau tanah, warna hitam).

Pupuk kompos siap pakai ketika sudah dingin dan tidak berbau busuk. Gunakan untuk tanaman dengan mencampur ke tanah atau sebagai mulsa. (RRI/Dewa Arta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....