Strategi Pengendalian Lalat Buah di Kebun Rumah
- 03 Des 2025 08:54 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Lalat buah merupakan salah satu hama utama tanaman jambu air. Serangga ini menyerang dengan cara meletakkan telur pada kulit buah yang sedang berkembang.
Larva yang menetas akan memakan bagian daging buah, menyebabkan tekstur menjadi rusak, busuk, serta menjatuhkan potensi panen. Foto pohon jambu yang sedang berbuah lebat menunjukkan fase rentan terhadap serangan hama ini, terutama pada kondisi lingkungan lembap setelah hujan.
Pembungkusan merupakan teknik pengendalian mekanis yang sangat efektif. Kantong plastik bening, kertas minyak, atau jaring halus dapat menghalangi lalat buah meletakkan telur pada permukaan buah.
Secara ilmiah, tindakan ini memutus fase oviposisi dan menurunkan infestasi hingga lebih dari 90% pada beberapa varietas. Buah busuk atau jatuh akibat serangan larva merupakan sumber perkembangan populasi berikutnya.
Mengumpulkan dan memusnahkan buah terinfestasi akan memutus siklus hidup lalat buah pada fase larva pupa, terutama yang berkembang di tanah. Penggunaan atraktan berbasis metil eugenol atau protein hidrolisat terbukti efektif menarik lalat jantan, mengurangi keberhasilan perkawinan.
Botol berisi umpan cair (air gula, ragi, atau atraktan komersial) dapat menjadi perangkap sederhana namun mendukung penurunan populasi. Larutan ekstrak tumbuhan seperti neem, sereh, atau bawang putih memiliki efek repelen terhadap beberapa spesies.
Larutan ini mempengaruhi perilaku makan dan reproduksi hama. Kelembaban tinggi mendukung aktivitas lalat buah.
Pemangkasan selektif meningkatkan penetrasi cahaya dan aliran udara, sehingga menurunkan mikroklimat yang disukai hama. Secara fisiologis, buah yang memasuki fase perubahan warna mengeluarkan volatil yang menarik lalat buah. Panen lebih awal dapat mengurangi risiko serangan pada fase matang fisiologis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....