Popo Siroyo Lagi Ramai di Medsos, Artinya Apa?
- 20 Mei 2025 10:19 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Media sosial memang selalu punya cara sendiri buat menghadirkan tren-tren unik, termasuk dalam hal bahasa gaul. Salah satu yang belakangan ini mencuri perhatian warganet adalah istilah “popo siroyo”. Bagi pengguna aktif TikTok dan X (dulu Twitter), kata ini mungkin sudah tidak asing lagi. Tapi buat kamu yang baru mendengarnya, mungkin akan bertanya-tanya, apa sebenarnya arti dari “popo siroyo”?
Meski terdengar seperti bahasa Jawa atau plesetan lokal, ternyata asal-usul istilah ini cukup unik. “Popo siroyo” muncul dari sebuah adegan dalam film Korea Selatan berjudul Laut Tengah yang dirilis pada tahun 2024. Dalam salah satu adegannya, ada momen di mana seorang ayah meminta cium dari anaknya dengan mengucapkan kata “ppoppo”, yang jika dilafalkan terdengar seperti “popo” di telinga orang Indonesia. Namun, si anak menolak permintaan itu dengan mengatakan “shireo yo”, yang dalam pengucapan terdengar seperti “siroyo”. Kedua kata itu sebenarnya berasal dari bahasa Korea, di mana “ppoppo” berarti cium atau kecup, sedangkan “shireo yo” berarti tidak mau.
Karena pelafalan kedua kata ini terdengar lucu dan menggemaskan bagi sebagian besar pengguna internet Indonesia, istilah “popo siroyo” pun jadi viral. Banyak yang kemudian menjadikannya bahan bercanda, termasuk membuat meme hingga video TikTok yang memeragakan adegan tersebut. Umumnya, dalam video itu, pengguna akan menunjuk pipi mereka saat mengucap “popo”, lalu menyilangkan tangan saat menyebut “siroyo”, menggambarkan aksi minta cium dan penolakan secara visual.
Tak hanya itu, istilah ini juga meluas dengan berbagai variasi kreatif. Ada yang menyebut “abah popo siroyo”, bahkan membuat meme dengan gambar keluarga dalam mobil — ayah di depan, ibu di samping, dan anak di belakang — lengkap dengan caption yang mengandung kata tersebut. Lucunya, istilah ini tidak selalu dipakai sesuai konteks aslinya. Kadang dipakai semata-mata untuk lelucon, candaan absurd, atau sekadar ikut-ikutan tren.
Fenomena ini menunjukkan betapa cepat dan kreatifnya budaya internet bekerja. Sebuah potongan dialog dari film asing bisa diolah menjadi istilah lokal yang viral, lengkap dengan gerakan khas, meme, dan konteks sosial baru yang jauh dari makna awalnya. Ini juga jadi bukti bahwa warganet Indonesia punya daya kreasi tinggi dalam memparodikan atau membaurkan budaya asing dengan selera humor lokal.
Jadi, jika kamu melihat istilah “popo siroyo” berseliweran di timeline atau FYP, sekarang kamu sudah tahu artinya. Singkatnya: “cium, tidak mau”. Tapi di balik arti literal itu, istilah ini telah menjadi bagian dari dinamika bahasa gaul digital yang terus berubah, dan siapa tahu, besok-besok bakal muncul istilah baru lagi yang nggak kalah nyeleneh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....