Jenis Burung Hantu yang Bisa Dipelihara

  • 23 Feb 2025 20:29 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Banyak yang ingin memelihara burung Hantu karena keunikannya, tapi tidak semua burung Hantu bisa dipelihara. Burung Hantu punya insting hewan liar yang kuat. Mereka terbiasa menghunjamkan kuku ke sumber makanan apa pun, termasuk ke tangan manusia yang membawa makanan. Inilah yang membuat hanya beberapa burung Hantu yang bisa dipelihara, yaitu:

1. Barn Owl

Nama latinnya adalah Tyto alba, ini merupakan spesies burung Hantu yang paling sering ditemukan di berbagai belahan dunia. Warnanya biasanya coklat atau putih, dengan wajah berbentuk hati. Tetap saja, nggak semua orang bisa menangani barn owl, harus punya keahlian khusus.

Barn owl aktif di malam hari, sedangkan di siang hari mereka suka beristirahat di tempat yang gelap dan tenang. Biasanya mereka memangsa hewan pengerat berukuran kecil, tapi bisa juga makan serangga, reptil dan bahkan burung. Ukuran paling besarnya bisa mencapai 38 cm. Usianya bisa mencapai 15 – 20 tahun.

2. Burung Hantu Berbintik

Speckled owl adalah burung Hantu dengan corak bulu berbintik. Nama lainnya Strix occidentalis strix, ukurannya medium, kira-kira 43 – 48 cm. Asalnya dari Amerika Utara, warnanya coklat dengan bintik-bintik yang warnanya lebih gelap.

Spesies ini bisa jadi binatang peliharaan yang baik bagi yang tertarik memelihara burung pemangsa dan tahu bagaimana cara menangani mereka. Yang pasti, burung ini butuh kandang berukuran besar. Mereka juga butuh sering-sering dikeluarkan dari kandang supaya bisa latihan. Inilah yang membuat pemiliknya harus meluangkan banyak waktu setiap hari.

Untuk makanan, mereka bisa memangsa tikus kecil atau hewan lain yang ukurannya kecil. Spesies ini bisa diajari terbang dari satu tangan manusia ke tangan yang lain untuk mendapat makanan. Biasanya mereka bakal merespons kalau dipanggil namanya. Spesies inilah yang sering kita lihat di pertunjukan burung Hantu di kebun binatang.

3. Burung Hantu Teluk Oriental

Burung Hantu yang asalnya dari Asia Tenggara dan hutan hujan tropis ini ukurannya kecil, sekitar 22 – 27 cm. Usianya biasanya antara 10 – 25 tahun. Nama latinnya Ptilopsis leucotis, biasanya spesies ini berwarna coklat dengan beberapa area yang berwarna putih. Wajahnya juga berbentuk hati.

Beda dengan banyak burung Hantu lainnya, spesies yang satu ini justru aktifnya di pagi dan siang hari. Biasanya mereka bakal hinggap di pohon dan area lain yang tinggi. Makanannya termasuk serangga, binatang pengerat dan burung-burung kecil. Mereka nggak agresif terhadap manusia, karena itu kalau dilatih dengan tepat bisa menjadi hewan peliharaan yang baik.

4. Mountain Scops Owl

Sama-sama berasal dari Asia Tenggara, ukurannya juga sama dengan burung Hantu teluk oriental. Bedanya hanya mountain scops owl berasal dari daerah pegunungan. Meski ukuran tubuhnya kecil, tapi sayapnya bisa terbuka hingga 45 cm. Warnanya coklat atau abu-abu dengan area berwarna putih di bulunya.

Spesies ini biasanya karakternya kalem dan bisa dilatih untuk melakukan trik sederhana. Selain itu, mereka juga sangat tenang, nggak suka berkicau, jadi nggak bakal mengganggu waktu tidur manusia. Buka berarti mereka gampang dipelihara, karena spesies ini termasuk manja. Artinya mereka butuh diperhatikan setiap hari.

5. Northern Saw-Whet Owl

Ini adalah burung Hantu kecil asal Amerika Utara dengan ukuran mulai dari 17 cm saja. Usianya antara 7 – 16 tahun. Northern Saw-Whet Owl adalah spesies burung Hantu paling kecil asal Amerika Serikat dan Kanada. Bulunya berwarna coklat dengan beberapa area yang berwarna putih. Spesies ini imut-imut, apalagi dengan wajah berbentuk bulat dan matanya yang besar. Mereka juga nggak berisik dan cukup mudah dipelihara dibandingkan beberapa spesies lainnya. Spesies ini bisa mudah didapat di toko hewan atau di pengembang biak khusus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....