7 Trik Biar Nggak Gampang Terdistraksi saat Mengerjakan Sesuatu

  • 07 Okt 2026 07:46 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Media sosial dan notifikasi mengalihkan fokus kerja dalam hitungan menit, bahkan sebelum pekerjaan dimulai dengan baik.
  • Menjaga konsentrasi menjadi semakin sulit di era digital ketika aktivitas dan pemberitahuan terus berdatangan silih berganti.
  • Tantangan fokus semakin meningkat ketika pekerjaan terasa membosankan atau memerlukan konsentrasi dalam waktu yang lama.

RRI.CO.ID. Singaraja - Baru buka laptop, niatnya mau menyelesaikan pekerjaan. Tapi belum sampai lima menit, tangan sudah membuka media sosial. Setelah itu membalas chat, mengecek notifikasi, lalu tiba-tiba sadar kalau waktu sudah berjalan cukup lama.

Pernah mengalami hal seperti ini?

Di tengah aktivitas yang semakin banyak dan notifikasi yang datang silih berganti, menjaga fokus memang bukan hal yang selalu mudah. Apalagi ketika pekerjaan yang dilakukan terasa membosankan atau membutuhkan konsentrasi cukup lama.

Padahal, terlalu sering terdistraksi bisa membuat pekerjaan berjalan lebih lambat. Fokus pun akhirnya terbagi dan pekerjaan yang seharusnya bisa selesai lebih cepat justru membutuhkan waktu lebih panjang.

Kabar baiknya, kemampuan untuk fokus bisa dilatih. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi distraksi dan membantu pekerjaan menjadi lebih terarah.

Berikut tujuh trik yang bisa dicoba.

1. Tentukan satu target sebelum mulai

Salah satu cara meningkatkan fokus adalah menentukan dengan jelas apa yang ingin diselesaikan.

Daripada membuat target yang terlalu banyak, pilih satu pekerjaan utama terlebih dahulu. Misalnya, menyelesaikan satu laporan, membaca satu materi, atau menyelesaikan satu bagian tugas.

Target yang spesifik membuat kita lebih mudah menentukan prioritas dan tidak mudah berpindah ke pekerjaan lain.

2. Jauhkan ponsel dari jangkauan

Ponsel menjadi salah satu sumber distraksi yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Awalnya mungkin hanya ingin melihat satu notifikasi. Namun, setelah membuka satu aplikasi, kita bisa saja berpindah ke aplikasi lain dan tanpa sadar menghabiskan waktu untuk scrolling.

Saat membutuhkan konsentrasi, coba aktifkan mode jangan ganggu atau letakkan ponsel sedikit jauh dari jangkauan. Dengan begitu, godaan untuk mengecek layar bisa berkurang.

3. Kerjakan dalam waktu tertentu, lalu istirahat

Fokus tidak berarti harus bekerja terus-menerus tanpa jeda.

Salah satu cara yang bisa dicoba adalah membagi waktu kerja menjadi beberapa sesi. Misalnya, fokus selama 25–30 menit, kemudian mengambil jeda singkat sebelum melanjutkan pekerjaan.

Cara ini bisa membuat pekerjaan terasa lebih ringan karena kita tidak merasa harus menyelesaikan semuanya sekaligus.

4. Rapikan area kerja

Lingkungan sekitar juga bisa memengaruhi konsentrasi.

Meja yang penuh barang, suara yang terlalu ramai, atau banyak benda yang menarik perhatian bisa membuat fokus lebih mudah terpecah.

Sebelum mulai bekerja, luangkan waktu beberapa menit untuk merapikan area kerja. Tidak perlu sampai sempurna, cukup pastikan hanya benda yang diperlukan yang berada di sekitar.

5. Hindari mengerjakan terlalu banyak hal sekaligus

Multitasking memang terlihat produktif. Namun, berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain terlalu sering justru bisa membuat perhatian terbagi.

Misalnya, mengerjakan laporan sambil membalas chat dan sesekali membuka media sosial. Bukannya lebih cepat selesai, pekerjaan justru bisa semakin lama.

Cobalah menyelesaikan satu pekerjaan terlebih dahulu sebelum beralih ke tugas berikutnya.

6. Manfaatkan waktu ketika kamu paling fokus

Setiap orang memiliki waktu produktif yang berbeda.

Ada yang lebih mudah berkonsentrasi pada pagi hari ketika pikiran masih segar. Ada juga yang justru lebih fokus ketika suasana sudah tenang pada malam hari.

Kenali kapan kamu biasanya paling mudah berkonsentrasi. Gunakan waktu tersebut untuk pekerjaan yang membutuhkan fokus lebih tinggi, sedangkan pekerjaan ringan bisa dilakukan ketika energi mulai berkurang.

7. Jangan menunggu mood untuk mulai

“ Nanti kalau sudah mood, baru dikerjakan.”

Kalimat seperti ini mungkin sering muncul ketika kita sedang menghadapi pekerjaan yang terasa berat. Masalahnya, mood belum tentu datang tepat waktu.

Daripada menunggu, coba mulai dari hal yang paling kecil. Buka dokumennya, tulis satu paragraf, atau kerjakan satu bagian tugas.

Sering kali, setelah mulai, pekerjaan terasa lebih mudah untuk dilanjutkan.

Fokus Bukan Berarti Harus Selalu Sempurna

Mudah terdistraksi bukan berarti seseorang tidak produktif. Gangguan perhatian sesekali merupakan hal yang wajar, terlebih ketika banyak informasi dan aktivitas datang bersamaan.

Yang penting adalah kemampuan untuk menyadari ketika fokus mulai teralihkan dan kembali mengarahkan perhatian pada pekerjaan yang sedang dilakukan.

Jadi, kalau hari ini pekerjaan terasa sulit diselesaikan karena terlalu banyak distraksi, tidak perlu langsung menyalahkan diri sendiri.

Mulailah dari hal sederhana. Matikan notifikasi, jauhkan ponsel, tentukan satu target, lalu kerjakan secara perlahan.

Karena fokus bukan sesuatu yang harus langsung sempurna. Fokus adalah kebiasaan yang bisa dilatih sedikit demi sedikit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....