Sinopsis Agent Kim Reactivated Episode 3: Perjuangan Kim Do-hyeon Temukan Putrinya

  • 09 Jul 2026 15:39 WIB
  •  Singaraja

Episode 3 dibuka dengan kilas balik lima bulan sebelumnya yang memperlihatkan hubungan hangat antara Kim Do-hyeon (Manager Kim) dan putrinya, Min-ji. Saat itu, Min-ji meminta ayahnya membelikan ponsel baru karena ponsel lamanya disita di sekolah. Do-hyeon awalnya menolak permintaan tersebut sehingga Min-ji kesal. Namun, diam-diam sang ayah telah menyiapkan kejutan. Malam harinya, Min-ji menemukan sebuah ponsel baru lengkap dengan gantungan kunci berbentuk hati di atas mejanya. Momen sederhana itu menunjukkan betapa Do-hyeon sebenarnya sangat menyayangi putrinya, meski tidak pandai mengungkapkan perasaan.

Kisah kemudian kembali ke masa sekarang. Do-hyeon keluar dari kantor polisi setelah menerima panggilan misterius yang terputus tanpa suara. Di saat yang sama, badan intelijen Korea Selatan mulai memantau setiap gerak-geriknya. Mereka menyadari identitas Agent Kim mulai terlacak setelah ada pencarian data di Kantor Polisi Hwasin. Rekan kerjanya, Sang-a, serta pemilik laundry yang selama ini tampak biasa saja juga menerima panggilan rahasia dan bergerak menuju lokasi tanpa menjelaskan tujuan mereka, menandakan bahwa mereka memiliki keterkaitan dengan operasi yang lebih besar.

Di sisi lain, Kang Hye-ri masih trauma dan terus mengurung diri di rumah setelah insiden sebelumnya. Ayahnya, Joo Kang-chan, memerintahkan sekretarisnya menyelidiki penyebab perubahan sikap putrinya. Penyelidikan itu mengarah kepada Sung Min-ho, salah satu orang yang mengetahui kejadian di sekolah. Sementara itu, rumah Do-hyeon didatangi seseorang yang merupakan saudara dari Codename 66. Di sana ia bertemu Park Jin-cheol hingga terjadi pertarungan sengit di dalam rumah. Pria tersebut akhirnya kabur dan dikejar Jin-cheol, sementara pemilik laundry yang ternyata memantau situasi dari balik tirai segera melaporkan semuanya kepada pimpinan intelijen.

Penyelidikan kemudian membawa Do-hyeon ke pusat taekwondo milik Seong Han-su. Terungkap bahwa Han-su adalah mantan atlet Olimpiade. Do-hyeon meminta izin menggunakan bunker rahasia milik Han-su untuk melacak keberadaan Min-ji. Namun sebelum mereka sempat memulai pencarian, kepala SMD datang sambil menyandera seorang murid taekwondo. Setelah murid itu berhasil dibebaskan, pertarungan sengit antara Do-hyeon dan para agen intelijen pun tak terhindarkan. Mereka akhirnya berhasil meloloskan diri menuju bunker dan mulai melacak sinyal ponsel Min-ji. Pada saat yang sama, Park Jin-cheol meminta bantuan dan memberi tahu Do-hyeon tentang penyerangan yang terjadi di rumahnya. Hasil pelacakan menunjukkan sinyal ponsel Min-ji berada di wilayah Gyeonggi-do sehingga mereka segera berangkat ke sana.

Sementara itu, sekretaris Joo Kang-chan menemui Sung Min-ho untuk menggali informasi mengenai Do-hyeon. Setelah mendapatkan keterangan yang diinginkan, Min-ho diberi uang tutup mulut, tetapi kemudian dibunuh atas perintah Joo Kang-chan agar rahasia mereka tidak terbongkar.

Setibanya Do-hyeon dan Han-su ke sebuah markas kelompok kriminal, Han-su menghadapi segerombolan preman di lantai bawah, sedangkan Do-hyeon naik ke lantai atas setelah melihat gantungan kunci hati milik Min-ji berada di saku salah satu anggota kelompok tersebut. Di dalam gedung, ia menemukan sebuah sindikat penipuan daring yang menjalankan aksi catfishing terhadap banyak korban. Pertarungan brutal pun terjadi ketika Do-hyeon memastikan bahwa gantungan kunci itu memang milik putrinya. Sementara Han-su berhasil mengalahkan seluruh preman di bawah, Do-hyeon berhadapan langsung dengan pemimpin sindikat.

Bos sindikat sengaja memancing emosi Do-hyeon dengan mengaku telah bertemu bahkan tidur bersama Min-ji. Mendengar itu, Do-hyeon hampir kehilangan kendali dan menghajarnya habis-habisan. Setelah tak sanggup lagi menahan pukulan, pria tersebut akhirnya mengaku bahwa semua ucapannya hanyalah kebohongan. Ia menjelaskan bahwa ponsel Min-ji diperoleh dari seorang tunawisma di Stasiun Hwasin. Panggilan misterius yang sebelumnya diterima Do-hyeon ternyata berasal dari pria tunawisma itu secara tidak sengaja. Bos sindikat juga memperlihatkan isi percakapan Min-ji dengan Hye-ryeong yang membuat Do-hyeon sadar bahwa selama ini putrinya merasa sangat kesepian dan hanya dimanfaatkan oleh orang-orang di sekitarnya. Kesadaran itu membuat Do-hyeon dihantui rasa bersalah karena merasa gagal memahami kondisi Min-ji.

Saat Do-hyeon dan Han-su hendak meninggalkan markas tersebut, situasi berubah drastis. Tiba-tiba Codename 66 muncul dan langsung menodongkan pistol ke arah Do-hyeon. Episode pun berakhir dengan ketegangan besar yang menggantung, meninggalkan pertanyaan mengenai identitas sebenarnya Codename 66 dan tujuan kemunculannya.

Pada bagian epilog, cerita kembali ke tahun 2006. Do-hyeon masih menjadi agen rahasia ketika seorang tentara Korea Selatan diam-diam membujuknya untuk berpindah pihak. Di sinilah untuk pertama kalinya diperlihatkan pertemuan awal Do-hyeon dengan Park Jin-cheol. Keduanya saling berhadapan sebagai lawan, bahkan Jin-cheol menantangnya bertarung tanpa menahan diri jika ingin tetap hidup. Do-hyeon mengaku bahwa dirinya sebenarnya sudah tidak memiliki keinginan untuk hidup dan hanya bertahan demi menepati janji kepada seseorang. Menjelang akhir epilog, ia menyebut dirinya sebagai "73" sebelum segera mengoreksi menjadi "66", memberikan petunjuk penting mengenai masa lalunya yang masih penuh misteri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....