Lisa BLACKPINK Diklaim Jadi Idol K-Pop dengan Bayaran Instagram Tertinggi

  • 30 Jun 2026 21:55 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Lisa BLACKPINK
  • BLACKPINK
  • Instagram
  • K-pop
  • media sosial
  • endorsement
  • influencer
  • creator economy
  • ekonomi kreatif
  • pemasaran digital

RRI.CO.ID, Singaraja – Lisa BLACKPINK kembali menjadi perhatian publik setelah sebuah laporan memperkirakan dirinya sebagai idol K-pop dengan nilai bayaran tertinggi untuk konten bersponsor di Instagram. Berdasarkan estimasi dari Instagram Analytics Auditor (IAA), penyanyi asal Thailand tersebut diperkirakan dapat memperoleh sekitar US$1,6 juta atau setara sekitar Rp26 miliar untuk setiap unggahan promosi di akun Instagram pribadinya.

Tak hanya unggahan di feed, nilai komersial Lisa juga dinilai sangat tinggi pada fitur Instagram Story. IAA memperkirakan satu unggahan Story bersponsor dapat menghasilkan sekitar US$750 ribu atau lebih dari Rp12 miliar. Perhitungan tersebut merupakan estimasi yang didasarkan pada sejumlah indikator, seperti jumlah pengikut, tingkat keterlibatan pengguna (engagement), jangkauan audiens, hingga pengaruh akun terhadap aktivitas pemasaran digital.

Saat ini, Lisa memiliki lebih dari 100 juta pengikut di Instagram, menjadikannya salah satu artis K-pop dengan basis pengikut terbesar di platform tersebut. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya jangkauan global yang dimiliki Lisa, sekaligus menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan nilai komersial akun media sosialnya.

Popularitas Lisa tidak hanya berasal dari aktivitasnya bersama BLACKPINK, tetapi juga dari karier solonya yang terus berkembang di industri hiburan internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, ia aktif merilis karya musik, tampil dalam berbagai acara berskala global, hingga menjalin kolaborasi dengan sejumlah merek ternama di dunia.

Di luar industri musik, Lisa juga dikenal sebagai duta dan wajah berbagai rumah mode serta merek mewah internasional di bidang fesyen, kecantikan, perhiasan, hingga gaya hidup. Kehadirannya dalam kampanye promosi dinilai mampu meningkatkan visibilitas merek karena memiliki basis penggemar yang luas dan tersebar di berbagai negara.

Meski demikian, angka yang dipublikasikan oleh Instagram Analytics Auditor merupakan hasil estimasi, bukan pendapatan resmi yang telah dikonfirmasi oleh Lisa maupun manajemennya. Nilai aktual kerja sama komersial dapat berbeda, bergantung pada bentuk kontrak, durasi kampanye, eksklusivitas, serta kesepakatan antara pihak artis dan perusahaan.

Terlepas dari statusnya sebagai perkiraan, data tersebut memperlihatkan bagaimana media sosial telah berkembang menjadi aset ekonomi yang bernilai tinggi. Instagram kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana berbagi konten, tetapi juga menjadi salah satu kanal utama bagi perusahaan untuk menjalankan strategi pemasaran digital melalui figur publik yang memiliki pengaruh besar.

Fenomena ini sekaligus mencerminkan pesatnya pertumbuhan creator economy, di mana nilai ekonomi seorang kreator atau selebritas tidak lagi hanya berasal dari karya di industri hiburan, tetapi juga dari kemampuan membangun komunitas digital yang loyal. Dengan jangkauan global dan tingkat interaksi yang tinggi, figur seperti Lisa menjadi salah satu contoh bagaimana media sosial telah menjadi bagian penting dalam ekosistem pemasaran dan ekonomi kreatif di era digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....