Octav Sicilia Rilis Single Terbaru 'Bukan Berarti'

  • 26 Mar 2026 09:18 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Sebuah kejujuran karya yang berujung tajam terbungkus dengan nusana musik bluesy ringan, santai dan manis terdengar. 'Bukan Berarti' merupakan sebuah karya yang menandai perbedaan signifikan dari rilisan-rilisan Octav Sicilia sebelumnya.

Musisi, produser, sekaligus penulis lagu ini kembali hadir dengan pendekatan musikal yang berani, jujur, dan tak lazim. Dalam karya terbarunya, Octav Sicilia merakit unsur notasi nada dengan formula yang jarang ditemui pada umumnya.

Perpaduan tersebut diperkuat oleh lirik yang jujur, gamblang, sederhana, namun menyimpan makna yang tajam dan provokatif di balik setiap kata. Sebuah karya yang terasa unik, eksentrik, sekaligus menggugah.

Beberapa penggalan lirik dari lagu 'Bukan Berarti' menegaskan keberanian tersebut: Berkah hidup bukan materi Hey kok Tuhanmu setan Alam neraka rasa surga Iblis cantik pangku paha Sapi tua euforia hey yeah Dari zaman batu hingga perang Siang malam jalan-jalan Punya otak nggak dipakai.

Tak dapat dipungkiri, kemampuan Octav Sicilia dalam meramu nada dan lirik telah teruji oleh waktu. Dengan pengalaman puluhan tahun berkiprah di dunia musik, ia tetap konsisten menghadirkan karya-karya yang penuh kejutan dan tidak pernah kehilangan identitasnya.

Namun kali ini terasa berbeda, seolah Octav Sicilia membuka sisi terdalam dirinya—sebuah idealisme yang selama ini jarang tersentuh dan hampir tak pernah disuguhkan secara terbuka kepada publik luas.

Karya ini menjadi medium pengakuan, refleksi, sekaligus pernyataan sikap. Terpengaruh oleh deretan nama besar dunia seperti Led Zeppelin, The Doors, Pink Floyd, The Beatles, Bob Dylan, The Rolling Stones, Bob Marley & The Wailers, serta lingkungan pertemanan dan pengaruh musik dari almarhum orang tuanya, perjalanan musikal Octav Sicilia menjadi sesuatu yang menarik untuk ditelusuri lebih dalam.

Dalam 'Bukan Berarti', Octav menyajikan nuansa bluesy yang ringan dan manis, dibalut dengan karakter vokalnya yang santai, cuek, lepas, namun tetap tajam dan akurat. Lagu ini terasa seperti isi kepala sang musisi kelahiran Italia, 1 Oktober 1976, yang dituangkan apa adanya.

Tersirat pesan tentang kejujuran, kegelisahan akan makna persahabatan, konflik cinta, hingga krisis kepercayaan rakyat kecil terhadap negerinya—sebuah tanah air yang kaya raya oleh alam dan hasil bumi, namun kerap miskin oleh moral para pemimpinnya.

Lagu ini juga menjadi refleksi bagi generasi penerus bangsa yang harus bersiap menghadapi kerasnya kehidupan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....