Belanja Thrift Jadi Tren Hemat Ramah Lingkungan

  • 28 Feb 2026 22:17 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Belanja thrift kini makin populer di kalangan anak muda sebagai alternatif berbelanja yang lebih hemat sekaligus peduli lingkungan. Thrift atau pakaian bekas layak pakai bukan lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup modern yang kreatif. Di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Surabaya, toko thrift menjamur baik dalam bentuk lapak offline maupun toko daring di media sosial. Anak muda berburu jaket vintage, celana denim klasik, hingga kaos branded dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding produk baru di pusat perbelanjaan.

Fenomena ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran terhadap isu fast fashion yang dinilai berkontribusi pada limbah tekstil dan pencemaran lingkungan. Industri mode global bahkan kerap disorot karena menghasilkan emisi karbon tinggi serta penggunaan air dalam jumlah besar. Dengan membeli pakaian bekas, masyarakat turut memperpanjang usia pakai produk dan mengurangi kebutuhan produksi baru. Konsep ini sejalan dengan kampanye sustainable fashion yang digaungkan berbagai organisasi lingkungan dunia, termasuk United Nations Environment Programme yang mendorong pola konsumsi lebih bertanggung jawab.

Selain faktor lingkungan, alasan ekonomi juga menjadi daya tarik utama. Harga pakaian thrift bisa terpaut sangat jauh dari harga aslinya, bahkan untuk merek ternama. Bagi pelajar dan mahasiswa, belanja thrift menjadi solusi tampil stylish tanpa harus menguras dompet. Tak sedikit pula yang menjadikan aktivitas ini sebagai hobi berburu “hidden gems”, yakni item unik dan langka yang sulit ditemukan di toko biasa. Kreativitas pun ikut berkembang karena pembeli kerap memadupadankan atau melakukan upcycle pada pakaian thrift agar tampil lebih personal dan berbeda dari tren pasaran.

Meski demikian, belanja thrift tetap membutuhkan ketelitian. Pembeli disarankan memeriksa kondisi bahan, kebersihan, hingga keaslian produk sebelum membeli. Proses pencucian ulang dengan benar juga penting untuk menjaga kesehatan. Pemerintah sendiri melalui regulasi impor pakaian bekas sempat menjadi perbincangan beberapa waktu lalu, menyoroti aspek legalitas dan perlindungan industri tekstil lokal. Namun di luar perdebatan tersebut, tren thrift tampaknya akan terus bertahan sebagai bagian dari gaya hidup generasi muda yang lebih sadar biaya dan lingkungan. Dengan pilihan yang bijak, belanja thrift bukan sekadar tren, melainkan langkah kecil menuju konsumsi yang lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....