Self Reward setelah Gajian, Wajar atau Boros
- 28 Feb 2026 22:12 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Fenomena self-reward setelah menerima gaji bulanan kian populer di kalangan pekerja, terutama generasi muda. Self-reward dimaknai sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri setelah bekerja keras selama satu bulan penuh. Bentuknya beragam, mulai dari membeli makanan favorit, menonton film di bioskop, berbelanja pakaian, hingga liburan singkat. Di tengah tren gaya hidup modern yang serba cepat, kebiasaan ini dianggap sebagai cara sederhana menjaga kesehatan mental dan memulihkan energi sebelum kembali menjalani rutinitas pekerjaan.
Secara psikologis, memberi penghargaan kepada diri sendiri bukanlah hal yang keliru. Sejumlah pakar keuangan menyebut, self-reward dapat menjadi motivasi agar seseorang lebih produktif dan disiplin dalam bekerja. Dengan catatan, pengeluaran tersebut sudah direncanakan dan tidak mengganggu kebutuhan pokok maupun kewajiban finansial lainnya. Dalam prinsip pengelolaan keuangan, idealnya gaji dialokasikan terlebih dahulu untuk kebutuhan utama, tabungan, dana darurat, serta kewajiban rutin, sebelum digunakan untuk keperluan hiburan atau keinginan pribadi.
Namun, kebiasaan self-reward juga berpotensi menjadi perilaku konsumtif jika tidak dikendalikan. Tidak sedikit pekerja yang langsung menghabiskan sebagian besar gajinya di awal bulan tanpa perencanaan matang. Kondisi ini kerap dipicu oleh promosi belanja daring, tren media sosial, serta tekanan gaya hidup. Jika dibiarkan, pola tersebut dapat berdampak pada kesulitan menabung, meningkatnya penggunaan kartu kredit, hingga terjebak dalam utang. Oleh karena itu, literasi keuangan menjadi kunci agar masyarakat mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Pada akhirnya, self-reward bukanlah sesuatu yang salah maupun sepenuhnya boros. Kebiasaan ini dapat menjadi wajar selama dilakukan secara bijak dan proporsional. Menetapkan anggaran khusus untuk hiburan, misalnya 5 hingga 10 persen dari penghasilan, bisa menjadi langkah realistis agar tetap menikmati hasil kerja tanpa mengorbankan stabilitas keuangan. Dengan perencanaan yang matang, self-reward justru dapat menjadi bagian dari manajemen keuangan yang sehat serta mendorong keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan pribadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....