Silent Walking Jadi Tren Baru Redakan Stres
- 25 Feb 2026 10:32 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, SIngaraja - Fenomena silent walking atau berjalan kaki tanpa distraksi musik dan gawai kini menjadi tren baru di kalangan anak muda. Aktivitas sederhana ini ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial sebagai cara efektif untuk meredakan stres di tengah rutinitas yang padat. Jika biasanya berjalan kaki identik dengan earphone terpasang dan playlist favorit menemani, kini justru banyak orang memilih melangkah dalam keheningan. Mereka menikmati suara alam, hembusan angin, hingga ritme langkah kaki sendiri sebagai bentuk latihan kesadaran atau mindfulness.
Tren ini muncul seiring meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesehatan mental. Tekanan akademik, pekerjaan, hingga paparan informasi yang terus-menerus dari media sosial membuat banyak orang merasa lelah secara emosional. Silent walking kemudian dianggap sebagai cara mudah dan murah untuk “menekan tombol jeda”. Tanpa perlu peralatan khusus atau biaya tambahan, seseorang cukup menyediakan waktu 15 hingga 30 menit untuk berjalan santai di sekitar rumah, taman kota, atau trotoar yang aman. Dalam keheningan itu, pikiran diberi ruang untuk bernapas dan tubuh bergerak lebih rileks.
Sejumlah praktisi kesehatan mental menilai aktivitas ini memiliki manfaat yang signifikan. Berjalan kaki sendiri sudah dikenal mampu membantu tubuh melepaskan hormon endorfin yang berperan dalam meningkatkan suasana hati. Ketika dilakukan tanpa distraksi, manfaatnya dapat terasa lebih optimal karena individu benar-benar hadir pada momen tersebut. Fokus pada langkah, napas, dan lingkungan sekitar membantu mengurangi overthinking serta meningkatkan kemampuan regulasi emosi. Selain itu, membatasi paparan gawai saat berjalan juga memberi kesempatan bagi mata dan otak untuk beristirahat dari paparan layar yang berlebihan.
Meski terdengar sederhana, silent walking memerlukan konsistensi agar manfaatnya terasa maksimal. Beberapa orang mungkin merasa canggung di awal karena terbiasa berjalan sambil mendengarkan musik atau mengecek ponsel. Namun, perlahan aktivitas ini bisa menjadi rutinitas yang dinantikan. Di tengah gaya hidup serba cepat dan terkoneksi, keheningan justru menjadi kemewahan tersendiri. Silent walking mengingatkan bahwa merawat kesehatan mental tidak selalu membutuhkan cara yang rumit. Terkadang, langkah pelan tanpa distraksi sudah cukup untuk membantu pikiran kembali jernih dan emosi lebih stabil menghadapi tantangan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....