Fenomena Thrifting Jadi Gaya Hidup Anak Muda

  • 08 Feb 2026 14:25 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Tren thrifting atau membeli pakaian bekas layak pakai semakin populer di kalangan anak muda dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas ini tidak lagi dipandang sebagai pilihan karena keterbatasan ekonomi, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Banyak anak muda melihat thrifting sebagai cara berbusana yang lebih kreatif, unik, dan berbeda dari tren fashion arus utama. Selain itu, media sosial juga turut berperan besar dalam memperkenalkan gaya berpakaian hasil thrifting yang dinilai lebih autentik dan personal.

Fenomena ini berkembang seiring meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan. Industri fashion dikenal sebagai salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia, sehingga thrifting dianggap sebagai langkah kecil untuk mengurangi dampak tersebut. Dengan membeli pakaian bekas yang masih layak, siklus penggunaan pakaian menjadi lebih panjang. Hal ini membuat thrifting tidak hanya soal gaya, tetapi juga tentang kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Di sisi lain, thrifting juga menawarkan keuntungan dari segi ekonomi. Harga pakaian yang relatif lebih murah memungkinkan anak muda mendapatkan produk berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Tidak jarang, pembeli menemukan pakaian bermerek dengan harga jauh di bawah harga pasaran. Kondisi ini membuat thrifting menjadi alternatif menarik di tengah meningkatnya kebutuhan fashion dan gaya hidup.

Meski demikian, thrifting tetap membutuhkan kesadaran dalam memilih barang. Pembeli perlu memperhatikan kebersihan, kondisi bahan, serta kelayakan pakaian sebelum digunakan. Edukasi mengenai cara mencuci dan merawat pakaian bekas juga penting agar kesehatan tetap terjaga. Dengan pemahaman yang tepat, thrifting dapat menjadi pilihan gaya hidup yang hemat, kreatif, sekaligus bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....