Roti Termasuk Ultra Processed Food? Ini Faktanya
- 27 Jan 2026 14:21 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Roti merupakan produk makanan yang dibuat dari adonan tepung, air, serta bahan pengembang seperti ragi. Setelah diuleni, adonan difermentasi lalu dipanggang hingga matang, menghasilkan tekstur kenyal dan berserat. Sejak zaman kuno, roti telah menjadi bagian penting dari konsumsi masyarakat di berbagai belahan dunia, meskipun di Indonesia roti bukan makanan pokok seperti nasi.
Seiring meningkatnya kesadaran akan pola makan sehat, muncul pertanyaan apakah roti termasuk kategori ultra-processed food (UPF). Istilah ini merujuk pada makanan yang melalui banyak tahapan industri dan mengandung bahan tambahan yang jarang digunakan dalam masakan rumahan, seperti pengemulsi, penstabil, pewarna, pemanis buatan, serta zat aditif lainnya. Makanan ultra-proses umumnya juga tinggi garam, gula, dan lemak jenuh.
Berdasarkan berbagai sumber kesehatan, sebagian roti yang dijual secara komersial, terutama roti kemasan di supermarket, memang dapat masuk kategori ultra-processed food. Hal ini karena proses pembuatannya melibatkan penambahan bahan seperti pengawet, pengemulsi, dan perisa untuk memperbaiki tekstur serta memperpanjang masa simpan. Meski demikian, tidak semua roti memiliki karakteristik yang sama.
Beberapa pengemulsi yang umum digunakan dalam roti kemasan, seperti mono dan digliserida asam lemak, hingga kini belum terbukti secara langsung meningkatkan risiko penyakit. Bahkan, senyawa serupa bisa terbentuk secara alami pada proses fermentasi panjang dalam pembuatan roti tradisional. Isu kesehatan yang lebih perlu diperhatikan justru sering kali berkaitan dengan kandungan garam dan bahan pengawet dalam roti kemasan.
Kadar garam pada roti komersial dapat sangat bervariasi antar merek. Oleh karena itu, konsumen disarankan untuk membaca label gizi dan memilih produk dengan kandungan garam yang lebih rendah. Sementara itu, kadar gula pada roti umumnya masih tergolong moderat dan sebagian berfungsi membantu proses fermentasi.
Secara keseluruhan, roti tidak selalu identik dengan makanan tidak sehat. Roti kemasan yang tergolong ultra-proses masih dapat dikonsumsi dalam batas wajar, terutama jika dipilih dengan cermat. Memperhatikan komposisi bahan, kandungan garam, serta porsi konsumsi menjadi kunci agar roti tetap dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....