Menyelami Makna dan Filosofi Menerbangkan Lentera

  • 08 Apr 2025 14:02 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Pernahkah anda ingin untuk berada pada momen menerbangkan lentera dan berada dalam lautan cahaya? Selain untuk perayaan menerbangkan lentera dapat dibuat secara pribadi dengan tema sendiri, entah itu healing, self-love, atau refleksi hidup.

Biasanya lentera digunakan sebagai bentuk refleksi atau simbol awal yang baru. Acara pribadi yang dilakukan pada momen seperti tahun baru, ulang tahun, pernikahan, peringatan atau doa untuk orang yang sudah tiada.

Selain acara pribadi, perayaan menerbangkan lentera bermakna perayaan dan kebersamaan dalam konteks budaya seperti Festival Yi Peng di Thailand sebagai simbol pelepasan nasib buruk, harapan baru, dan penghormatan terhadap Buddha. Langit malam jadi lautan lentera cahaya, sangat magis dan damai.

Festival Cap Go Meh di Tiongkok menandai akhir dari perayaan Imlek. Lentera dihiasi dengan lukisan atau tulisan, dan beberapa dilepaskan ke langit sebagai lambang terang, keberuntungan, dan kebahagiaan. Vesak (Hari Raya Waisak – Indonesia, Sri Lanka, dan negara Buddhis lainnya) ️ yang bermakna merayakan kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Buddha.

Di beberapa tempat di Indonesia seperti Borobudur, umat Buddha menerbangkan lentera sebagai simbol pelepasan harapan dan doa menuju kedamaian. Lentera adalah simbol kebersamaan dan perayaan. Menerbangkan lentera secara massal menciptakan rasa komunitas dan keindahan bersama.

Menerbangkan lentera juga memiliki makna dan filosofi yang dalam seperti berikut ini

1. Harapan dan Doa

Menerbangkan lentera sering kali menjadi simbol pelepasan harapan dan doa ke langit. Orang-orang menuliskan harapan, impian, atau doa pada lentera sebelum menerbangkannya, dengan keyakinan bahwa semesta atau Tuhan akan "membaca" dan mengabulkan keinginan tersebut.

2. Pelepasan dan Kelegaan

Secara filosofis, menerbangkan lentera juga bisa bermakna melepaskan hal-hal negatif seperti kesedihan, luka lama, atau beban hidup. Lentera yang naik ke langit melambangkan pelepasan energi negatif dan peralihan menuju fase baru dalam hidup.

3. Cahaya dalam Kegelapan

Lentera yang bersinar di malam hari menjadi simbol harapan dalam kegelapan. Ia mengajarkan bahwa sekecil apa pun cahaya, ia tetap bisa menerangi jalan dan memberikan kehangatan bagi jiwa yang gelap.

4. Keterhubungan dengan Alam dan Semesta

Dalam banyak kepercayaan Timur, menerbangkan lentera adalah bentuk harmonisasi dengan alam semesta. Aksi ini mencerminkan keselarasan antara manusia, langit, dan alam bahwa segala sesuatu saling terhubung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....