HUT Ke-81 RI jadi Ladang Rezeki, Rental Fashion Kebanjiran Pesanan Kostum Nusantara
- 16 Agt 2026 12:41 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menciptakan peluang bisnis yang signifikan bagi pelaku usaha rental fashion di Singaraja dengan meningkatnya permintaan kostum.
- Kostum adat Nusantara untuk berbagai usia dan pakaian profesi seperti dokter, polisi, tentara, dan pilot menjadi jenis pakaian yang paling banyak dicari untuk parade dan karnaval kemerdekaan.
- Irene Puspita Sari sebagai pemilik usaha rental fashion mengalami peningkatan pesanan pada setiap momentum hari besar nasional, menunjukkan prospek bisnis yang menjanjikan di sektor ini.
RRI.CO.ID, Singaraja - Momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya menghadirkan kemeriahan di jalanan dan panggung perayaan, tetapi juga membuka pintu rezeki bagi pelaku usaha rental fashion. Di tengah maraknya gerak jalan, karnaval hingga berbagai perlombaan bertema kemerdekaan, kostum profesi dan pakaian bernuansa Nusantara menjadi buruan masyarakat untuk menyemarakkan perayaan Merah Putih.
Bagi Irene Puspita Sari, pemilik usaha rental fashion di Singaraja, datangnya momentum hari besar nasional hampir selalu diikuti meningkatnya pesanan. Kostum adat Nusantara untuk anak-anak hingga dewasa menjadi salah satu jenis pakaian yang paling banyak dicari. Pakaian profesi dokter, polisi, tentara, pilot hingga berbagai karakter profesi disewa untuk melengkapi penampilan peserta dalam parade dan karnaval kemerdekaan.
"Setiap ada momentum hari besar atau peringatan kenegaraan biasanya orderan memang meningkat. Sekarang menjelang HUT Kemerdekaan, kostum adat nusantara dan profesi cukup banyak dicari, terutama untuk kegiatan karnaval dan berbagai acara perayaan," kata Irene kepada rri.co.id Jumat, 14 Agustus 2026.
Bukan hanya kostum profesi yang mendongkrak omzet. Pakaian adat Nusantara juga memiliki pasar tersendiri. Beragam karnaval dan pertunjukan yang mengangkat keberagaman budaya Indonesia membuat koleksi busana tradisional kembali menjadi pilihan. Dari kebutuhan sekolah, komunitas hingga kelompok masyarakat, permintaan terhadap pakaian adat ikut mengalir mengikuti kalender kegiatan.
Ramainya pesanan tersebut memberikan dampak langsung terhadap pendapatan usaha. Dari bisnis rental fashion yang dijalankannya, Irene mengaku mampu meraup keuntungan bersih sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan.
"Kalau sedang ramai kegiatan karnav atau ada banyak peringatan, peminat pakaian adat Nusantara juga meningkat. Masing-masing punya pasar sendiri, sehingga koleksi yang kita punya bisa terus berputar dan menghasilkan," ujarnya.
Bisnis rental fashion yang dijalankan tersebut bermula dari kecintaan Irene terhadap dunia fashion. Ketertarikan itu kemudian dikembangkan menjadi usaha rental yang menyediakan berbagai pilihan busana. Kini, koleksinya terus bertambah dan menjadikan butik rental fashion miliknya sebagai salah satu tempat yang dikenal karena pilihan kostumnya yang beragam di Singaraja. Pertumbuhan jumlah peminat pun terasa dari tahun ke tahun.
Irene menilai rental fashion juga memiliki risiko bisnis yang relatif minim dibandingkan usaha fashion yang mengharuskan pelaku usaha menjual produk baru secara terus-menerus. Satu koleksi dapat disewakan berkali-kali selama kondisinya masih layak. Namun, bukan berarti bisnis tersebut bebas dari persoalan.
"Risikonya memang relatif kecil karena satu kostum bisa disewakan berkali-kali. Tetapi tetap ada masalah, misalnya baju robek, rusak, atau penyewa terlambat mengembalikan sehingga kostum tersebut tidak bisa langsung disewakan kepada pelanggan berikutnya," ujarnya.
Di balik keuntungan yang terlihat, bisnis ini menuntut ketelitian dalam merawat setiap koleksi. Kostum yang selesai digunakan harus diperiksa, dibersihkan dan dikembalikan dalam kondisi layak sebelum kembali masuk ke rak penyewaan. Kesalahan kecil dalam pengelolaan bisa berpengaruh terhadap pelanggan berikutnya, terutama ketika permintaan sedang tinggi.
Tantangan lain datang dari perubahan tren fashion yang bergerak cepat. Selera masyarakat tidak pernah benar-benar diam. Model kostum yang diminati tahun ini belum tentu kembali menjadi primadona pada tahun berikutnya. Kondisi tersebut membuat Irene harus terus membaca tren dan memperbarui koleksinya agar bisnis tetap relevan.
"Tren fashion cepat berubah, jadi kita harus terus mengikuti perkembangan. Koleksi juga harus di-update supaya pelanggan tidak merasa pilihan kostumnya itu-itu saja dan mereka tetap punya alasan untuk datang kembali," katanya.
Bagi Irene, HUT ke-81 RI menjadi salah satu momentum penting dalam siklus bisnis rental fashion. Ketika masyarakat membutuhkan pakaian untuk tampil meriah, pelaku usaha seperti dirinya mendapatkan peluang untuk mengubah kebutuhan tersebut menjadi penghasilan. Kemerdekaan akhirnya tidak hanya dirayakan lewat kibaran Merah Putih, tetapi juga ikut menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....