Lembah Merdeka: Dari Markas Pejuang ke Medan Tempur
- 11 Nov 2025 05:17 WIB
- Singaraja
KBRN, Negara : Di balik tenangnya suasana alam Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, tersimpan kisah heroik perjuangan rakyat Bali melawan penjajahan. Kawasan Lembah Merdeka Gelar di Banjar Palungan Batu menjadi saksi bisu perjuangan para pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia (DPRI).
Pada masa perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan, lembah di antara perbukitan, hutan, dan aliran sungai ini berfungsi sebagai Markas Besar Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia (MB-DPRI). Dari tempat inilah strategi perlawanan terhadap Belanda disusun dan digerakkan.
Pasukan pejuang dari Jembrana yang dipimpin Ida Bagus Gde Dosther bergabung dengan Pasukan M di bawah komando Kapten Markadi dari Jawa, bersama pasukan I Gusti Ngurah Rai, untuk melancarkan perang gerilya di wilayah Bali dan Sunda Kecil. Letak Lembah Gelar yang berada di dataran tinggi dianggap sangat strategis, baik untuk mengatur siasat perang maupun menjaga jalur logistik dan perbekalan.
Meski kalah dari segi persenjataan, para pejuang memilih bertahan di medan berat ini untuk terus melakukan perlawanan. Di lembah inilah, sejumlah pertempuran besar terjadi, menelan korban di pihak pejuang gugur yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah Jembrana.
Kini, kawasan Lembah Gelar telah ditata menjadi monumen sejarah sebagai penghormatan bagi para pahlawan yang gugur. Namun, kesadaran generasi muda terhadap nilai perjuangan di lokasi ini masih perlu terus digelorakan. Banyak yang belum mengetahui bahwa area di sekitar Sungai Gelar ini dulunya merupakan medan tempur dan pusat strategi perjuangan kemerdekaan di Bali bagian barat.
Selain nilai sejarah yang tinggi, Lembah Merdeka Gelar juga menawarkan keindahan alam yang memikat. Aliran sungai jernih membelah lembah dengan bebatuan besar di tepinya, berpadu dengan pepohonan rindang yang menambah kesejukan kawasan. Di tengah aliran sungai berdiri Jembatan Merah, jembatan gantung sederhana yang kini menjadi ikon wisata sekaligus simbol semangat perjuangan yang abadi.
Lembah Gelar bukan hanya sekadar lokasi bersejarah, tetapi juga pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari semangat, pengorbanan, dan persatuan rakyat. Dari lembah inilah, gema perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan terus bergema hingga hari ini. Selamat Hari Pahlawan 10 November 2025. (RRI Singaraja/Tika Utami)