Telur Omega-3 Buka Peluang Usaha, Harga Lebih Tinggi Seiring Nilai Tambah

  • 12 Agt 2026 23:05 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kesadaran masyarakat terhadap pangan bergizi membuka peluang baru bagi pengembangan usaha telur omega-3. Produk yang masuk kategori pangan fungsional ini menawarkan nilai tambah karena kandungan omega-3-nya diperkaya melalui pengaturan pakan ayam petelur.

Dari sisi budidaya, produksi telur omega-3 pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan telur biasa. Jenis ayam dan proses pemeliharaan dapat sama. Perbedaan utamanya terletak pada pakan yang diberikan kepada ayam.

“Prosesnya sama, dengan menggunakan ayam yang juga jenisnya sama, pemeliharaannya juga sama, tidak ada perbedaan. Hanya yang membedakan itu apa yang dikasih makannya ke ayam,” jelas Drh. Wayan Wiryawan.

Namun, penggunaan pakan khusus membuat biaya produksi telur omega-3 menjadi lebih tinggi. Dalam dialog, Drh. Wayan memperkirakan pakan untuk menghasilkan telur omega-3 dapat sekitar 50 persen lebih mahal dibandingkan pakan biasa. Biaya tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga jual produk.

Meski demikian, tingginya biaya produksi diimbangi dengan nilai tambah produk. Konsumen yang memiliki perhatian lebih terhadap kesehatan dinilai menjadi salah satu pasar potensial untuk telur omega-3.

Di sejumlah pasar modern yang diamati narasumber, harga telur yang diperkaya omega-3 bahkan dapat mencapai lebih dari Rp4.500 hingga Rp5.500 per butir. Harga tersebut menunjukkan adanya konsumen yang bersedia membayar lebih selama produk mampu memberikan informasi dan bukti yang meyakinkan mengenai kandungan nutrisinya.

“Karena memang proses memproduksinya kan membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan memproduksi telur biasa,” kata Drh. Wayan.

Peluang usaha telur omega-3 tidak berhenti pada produksi. Pengemasan, edukasi konsumen, pemasaran digital, hingga transparansi informasi kandungan nutrisi dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kepercayaan pasar.

Dengan meningkatnya minat terhadap pangan fungsional, telur omega-3 berpotensi menjadi salah satu komoditas bernilai tambah. Namun, pelaku usaha tetap perlu mengutamakan kualitas pakan, keamanan pangan, serta bukti laboratorium agar keunggulan produk tidak berhenti pada klaim pemasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....