Kopi Banyuatis Manfaatkan Konten Kreatif untuk Dekati Generasi Muda

  • 11 Agt 2026 21:22 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Kopi Banyu Atis memperkuat strategi branding dengan memanfaatkan konten kreatif di media sosial untuk menjangkau generasi muda.
  • Pengelola Kopi Banyu Atis, Ketut Radinna Wikantari, menyatakan bahwa strategi branding saat ini tidak hanya mengandalkan brand ambassador tetapi juga kekuatan brand yang telah dikenal masyarakat.
  • Perusahaan tetap mempertahankan kekuatan brand yang telah dibangun selama puluhan tahun sambil beradaptasi dengan perkembangan media sosial dan perubahan pola konsumsi informasi.

RRI.CO.ID, Singaraja — Kopi Banyuatis terus memperkuat strategi branding di tengah perkembangan media sosial dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Selain mempertahankan kekuatan brand yang telah dibangun selama puluhan tahun, perusahaan kini memanfaatkan konten kreatif untuk menjangkau generasi muda.

Pengelola Kopi Banyuatis, Ketut Radinna Wikantari, mengatakan strategi branding saat ini tidak hanya mengandalkan brand ambassador. Berdasarkan evaluasi, kekuatan utama produk justru terletak pada brand yang telah dikenal masyarakat.

Karena itu, pihaknya lebih banyak mengembangkan komunikasi melalui media sosial dan website, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai keunikan produk Kopi Banyuatis.

Salah satu strategi yang dikembangkan adalah konten “Banyuatis The Scene”, berupa sitkom pendek yang melibatkan para karyawan. Konten tersebut mengangkat cerita ringan yang berkaitan dengan kehidupan dunia kerja dan dikemas dengan gaya humor yang dekat dengan generasi muda.

“Jadi kami punya konten BTS namanya Banyuatis The Scene. Itu cerita kayak sitkom, tapi sitkom pendek yang cuma lima menit. Itu menggunakan karyawan-karyawan kita,” kata Radinna.

Konten tersebut mendapat respons cukup baik dari penonton. Bahkan, sejumlah pengikut mempertanyakan jadwal tayangnya yang masih dilakukan sekitar satu kali dalam sebulan.

Meski demikian, Dinda mengakui produksi konten secara rutin membutuhkan sumber daya khusus, terutama dalam proses pembuatan dan penyuntingan.

Di sisi lain, aktivitas di media sosial juga menjadi tantangan tersendiri bagi sebuah brand. Menurutnya, perusahaan harus berhati-hati dalam berkomunikasi di ruang digital agar tidak melakukan kesalahan yang dapat berdampak terhadap reputasi.

Kehadiran di media sosial dinilai tetap penting agar brand tidak kehilangan relevansi, terutama untuk menjangkau generasi muda yang menjadi calon konsumen baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....